Translate This

->

Friday, August 10, 2012

Kelangkaan Lpg Pada Bulan Ramadhan: Pertamina Menzalimi Ummat Islam


Ketika bulan puasa belum tiba, kira-kira pada bulan Juni 2012, pasokan lpg memang sempat tersendat satu dua minggu dan akibatnya harga di pasaran sempat meroket ke level 16000 di end user. Tapi itu End user yang sudah end betulan, karna di pangkalan harga masih stabil di kisaran 12500 sampai 13000 itupun masih tidak terlalu sulit didapatkan.
Untuk meredam pasar diadakan penambahan Do atau dropping beberapa kali oleh pertamina sehingga harga menjadi terkoreksi tajam bahkan ada pangkalan yang hanya berprinsip menghidupkan "kertas'  atau jatah agar tidak mati, alias yang penting gak rugi gak masalah yang penting barang laku dan do berikut bisa diambil.
Memasuki awal puasa ada kabar bahwa pertamina tidak akan memberikan do tambahan ( atau istilah pertamina 'dropping') dan bahkan pemotongan jatah berkisar 20 prosen dari pengambilan normal. Sejak saat itu tanda tanda kelangkaan sudah mulai terlihat sedikit tapi belum sampai taraf meresahkan, lpg sudah mulai menghilang ketika hari senen  karna tiada  pasokan pada hari sebelumnya ,minggu . Logikanya, dengan adanya pasokan pada hari senen, hari selasa sudah normal dan mulai mengisi pasar pada hari hari berikutnya. Faktu justru sebaliknya pada minggu kedua puasa Ramadhan 1433 Hijriah , jumlah lpg yang diterima oleh para pangkalan jauh berkurang padahal masyarakat terutama kaum Muslimin dan Muslimat lagi sangat membutuhkan untuk persiapan masak  buka puasa dan terutama  sahur yang sudah tidak mungkin mencari alternativ lain ketika kehabisan Lpg tengah malam. Ada perbedaan inplikasi yang signifikan antara langkanya Minyak tanah beberapa tahun yang lalu dan langkanya lpg bagi masyarakat. Kalau langkanya minyak tanah, masyarakat pada umumnya masih mempertahankan tempat memasak dari tanah liat di desa desa dengan menggunakan kayu sebagai bahan bakar dan minyak tanah sebagai penyulut api sehingga minyak tanah tidak dikonsumsi secara totalitas pada saat yang sama kompor minyak digunakan sebagai cadangan kalau kalau kayu bakar tidak tersedia terutama dalam musim penghujan.  Kalau langkanya lpg, masyarakat sudah terlanjur percaya dengan lpg sehingga alternativ tadi sudah kadung ditinggalkan  tanpa memikirkan bagaimana jika nanti lpg mengalami kelangkaan. Yup akhirnya semua itu terjadi . Sekarang lpg  sulit didapat, harga merangkak naik dan masyarakat muslim yang seharusnya selama Ramadhan bisa menyibukkan diri dalam urusan lain malah  diresahkan oleh Lpg , anehnya selama Ramadhan sudah berjalan hampir dua pertiga tidak ada penambahan do sama sekali..ini yang saya tengarahi Pertamina Menzalimi Ummat  Islam ..seharusnya Pertamina mempunyai pendirian dengan membuka kran do cadangan darurat yang tidak bisa diintervensi oleh para "mafia lpg'. Pertamina is the leader ...Pertamina mutlak mempunya hak penuh atas pembukaan kran do tambahan walaupun dalam meeting-meeting antar beberapa fihak memang lpg dibatasi untuk menghindari membudaknya barang yang berinplikasi pada persaingan yang tidak sehat dengan banting harga berlebihan. Namun tidak juga dengan menutup kran rapat rapat sehingga menghilang dari pasaran yang dapat mengurangi kekhidmatan Ramadhan tahun ini karna bagaimanapun juga Lpg adalah urat nadi dapur yang melayani urusan perut.
Nurkholis Ghufron

No comments:

Post a Comment

Jangan Lupa Berilah Komentar!!
Trimakasih atas kunjungannnya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...