Translate This

->
Showing posts with label Koresponden. Show all posts
Showing posts with label Koresponden. Show all posts

Sunday, April 29, 2012

Berkasih-sayang Sebagai Sumber Kebahagiaan (Bagian 2)


Haidar Baqir
Cinta dan kasih sayang identik dengan do­rongan untuk selalu memberi, bukan menun­tut. Mencintai adalah sebuah prinsip menem­patkan kebutuhan dan kepentingan kita di ba­wah (atau setelah) kebutuhan dan kepenting­an orang yang kita cintai. Bahkan, karena cin­ta, kita rela mengesampingkan kebutuhan dan ke­pentingan kita demi terpenuhinya kebutuhan dan kepentingan orang yang kita cintai.  Inilah filosofi dasar cinta dan kasih sayang. Dalam al-Qur’an Allah berfirman:
”Dan mereka mengutamakan (orang lain) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka sendiri memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, merekalah orang-orang yang berbahagia.” (Al Hasyr: 9)
Sebaliknya,
”Orang-orang yang melanggar perjanjian Allah, sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa (silaturrahim, hubungan kasih-sayang) yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi, mereka itulah orang-orang yang sengsara.” (Al-Baqarah: 27)
Nabi Saw bersabda: “Jika Allah mencintai salah seorang hamba-Nya, maka Dia akan berkata kepada Jibril, ‘Wahai Jibril, Aku mencintai hamba ini, maka kau pun cintailah dia.’ Maka Jibril mencintainya, dan menyeru para malaikat selainnya, ‘Allah Swt. mencintai orang ini, maka hendaknya kalian mencintai­nya juga.’ Maka, para malaikat itu mencintai­nya dan dia pun diterima oleh semua orang di du­nia.” Kiranya hadis ini sejalan dengan hadis lain yang di dalamnya dengan lugas Nabi Saw bersabda: ”Barangsiapa tidak mencintai, dia tak akan dicintai.”
Suatu kali, sahabat Nabi mendengar Nabi ber­kata: “Orang-orang yang saling mencinta kare­na mengakui Kebesaran-Nya, hidupnya akan penuh cahaya, sehingga bahkan para nabi dan syuhada iri kepadanya.” Memang,“tak akan ma­suk surga..., kecuali kalian saling mencin­ta,” begitu dinasihatkannya.
Tidak berlebihan kiranya jika kita pahami makna hadis di atas bahwa surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang saling mencintai itu bahkan sudah bisa kita raih ketika kita masih hidup di dunia ini. Betapa tidak? Dengan mudah bisa kita pahami bahwa kebahagiaan sangat ditentukan oleh perasaan disayangi. Perasaan seperti ini selalu menghangatkan jiwa kita, dan mendatangkan suasana psikologis yang menenteramkan. Tapi, bukan hanya itu. Kehadiran orang-orang yang mencintai kita di sekeliling kita sekaligus bisa menjadi sumber dukungan bagi kita ketika kita mengalami kesulitan-kesulitan hidup.
Secara lebih dalam, kita dapat memahami bahwa dorongan untuk mencinta dan dicintai sesungguhnya berakar kuat di dalam diri kita. Manusia adalah makhluk dengan fitrah mencinta dan dicintai. Mengenai ini al-Qur’an menyaakan:
”Hadapkan wajahmu dengan lurus kepada agama. Fitrah Allah yang atasnya kamu diciptakan ...” (QS. Ar-Ruum: 30). Nah, sebagai makhluk yang memendam fitrah ketuhanan, kita pun membawa di dalam diri kita sifat-utama ketuhanan, yaitu cinta. Dalam sebuah hadis dikatakan bahwa Tuhan adalah Cinta. Pada kenyataannya, Tuhan menciptakan alam ini karena kerinduannya meluapkan cintanya, sebagaimana disebutkan dalam hadis qudsi:
”Aku 'sebelum'-nya adalah perbendaharaan yang tersembunyi. Maka Aku rindu (ahbabtu, aku cinta) untuk dikenali. Maka aku ciptakan ciptaan agar aku dikenali.”
Nah, hanya dengan meluapkan kasih-sayang, dan dengan itu mendapatkan kasih-sayang sebagai imbalannya sajalah, manusia bisa memenuhi fitrahnya. Dan hanya manusia-manusia yang hidup sejalan dengan fitrahnya sajalah yang akan dapat meraih ketentraman dan kebahagiaan hidup.
Mizan.com

Friday, December 30, 2011

Suratku Kepada Dr. Said Aqil Siraij.

Kepada 
Yang Terhormat:
Raais Aam PBNU
Bpk.Kyai .Haji.Said Aqil Siraij
Di -  tempat
Bismillahirrohmanirrohiim
Assalamualaikum Wr,Wb.
Setelah sekian lama berusaha mencerna pemikiran anda di berbagai kesempatan di 
media massa, saya mendapatkan point of view yang solid tentang kesejukan anda 
dalam mensiarkan Islam. Saya sangat salut akan pendirian anda yang toleran kepadanon Muslim. Hal ini tidaklah mengapa karna cara pandang  anda merefer  pada spot dimana rasulullah melakukan dan mencontohkan itu dan kita memang dituntut untuk
mencontoh dari perilaku beliau dalam melindungi  non muslim. Ini suatu keniscayaan bagi kita dalam rangka mencapai kedamaian dalam hidup bernegara yang majemuk.
Ada sisi yang lain yang ingin saya kemukakan agar pola fikir kita balancing atau tawassuth. Sebagai pemimpin yang mengayomi puluhan juta muslimin, saya kira tidakberlebihan jika anda juga harus mengedepankan untuk memberikan kepedulian yang sama kepada sesama muslim dan toleransi yang sama kepada sesama muslim. Bukan kebetulan, sikap ini juga sangat dilakukan oleh Rasulullah, ini mungkin spot yang anda sering melupakannya, apa karna tidak populis dan tidak menguntungkan bagi andasecara politis, saya kurang mengetahui . Kemana anda saat Masjid di Ambon, jamaahnya laki laki perempuan anak anak dibantai massal dan kalau tidak salah kepala imam dipancung dan diletakkan di mimbar…kemana anda ketika mereka dibantai saat salat Ied1 Syawal 1419. Maksud saya kenapa tidak ada statemen yang menyejukkan dari anda yang akhirnya 
diadopsi oleh NU (sebagai organisasi) untuk menjadi rujukan dalam mengeluarkan 
statetemen resmi Organisai ini,Walaupun anda belum menjabat sebagai  sebagai 
Raais Aam PBNU.
Giliran Saat Natal tiba  dengan begitu semangatnya anda menginstruksikan kepada 
jajaran Nu terutama Ansor dan sayapnya untuk bersama sama Polri mensterilkan 
gereja gereja di seluruh Indonesia sementara ketika hari raya Iedul Fitri tiba 
saya belum pernah perlakuan yang minimal sama; melihat masjid yang pernah menjaditempat saya sholat atau bahkan di seluruh Indonesia dijaga oleh aparat bersama 
sama Ansor yang nota bene dibawah garis komando anda.. apakah masjid masjid lebihaman dari gereja ??? belum tentu.. peristiwa Ambon dan bahkan pengeboman di 
masjid di komplek kepolisian di jawa barat membuka mata kita lebar lebar bahwa 
masjidpun mendapatkan potensi ancaman teror baik dari luar ( kasus ambon dan poso) maupun dari dalam (kasus masjid di kepolisian Cirebon). 
Ada yang bertanya untuk apa Masjid dijaga??Dan apakah menjaga itu bentuk dari ketidak amanan saja.. saya kira tidak, namun lebih dari itu menjaga masjid masjid ketika Iedul Fitriadalah wujud dari kepedulian dan kasih sayang kepada sesama 
muslim.
Poin saya adalah anda  juga merespon dengan baik ayat ini sebagai 'point of view'dari sikap rasulullah atas bermuamalah kepada lintas pengikut agama yang lain 
29. Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud[1406]. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kejuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.  

Spot atau cara pandang yang kedua ini langsung diabadikan oleh Allah melalui kitab yang di jaga keasliaanya sepanjang zaman,tidak untuk jadi bahan hafalan atau bahan bacaan saja .. anda pun sebagai pemimpin harus  terlihat  serius dalam sikap yg kedua ini sama seperti yang awal. (al fath 29)
Salah satu stand (posisi) yang sangat ditekankan oleh Allah dalam bersikap dalam berummah adalah mengambil posisi tengah tengah ..ummatan wasatan begitu Allah menyebut dalam bahasa Ilahiyyah di kitab suci kita Al Qur’an.
Saya akan lihat apakah anda akan memberikan kepedulian yang sama kepada Ummat islam ketika hari Raya nanti…bukan di jalan raya saja tapi di Masjid Masjid di seluruh Indonesia. Bukankan juga tugas anda untuk  merekomendasikan kepada kepolisian agar menugaskan minimal dua polisi di seluruh masjid masjid di Indonesia (jumlah personel di sesuaikan dengan kapasitas jamaah) sebagai bentuk kepedulian kepada 
Ummat Islam juga tentunya Anshor dll yang dibawah komando anda.
Kepedulian inilah mungkin salah satu peredam dari radikalisme dan keber-agamaan 
yang tathorruf (ekstrimisme) di Indonesia dan jangan sampai kesejukan dalam beragama di tempat kita ternoda dengan anarkhisme tapi perlu digaris bawahi bahwa ummat islam sering kali dikambinghitamkan atas berbagai peristiwa di negri ini. Seperti halnya di kasus HKBP beberapa waktu yang lalu. Kita ini sudah menjadi Negara tertoleran di dunia mengalahkan eropa dan as (maaf pakai hurup kecil); jumlah gereja di Indonesia mencapai 45 ribu dengan pemeluk sekitar 24 juta, mari kita lihat di as, dengan jumlah estimasi muslim berkisar 20 jutaan tapi jumlah masjid hanya 2000 an, di Indonesia mereka boleh mendirikan gereja megah namun di Swiss menara saja dilarang,  dan yang paling sensitive mereka dengan bebasnya membakar Al Qur’an oleh pendeta Bob Old dan Danny Allen Mereka membakar Alquran di halaman belakang sebuah rumah di Springfileld, Amerika Serikat, Sabtu (11/9/2010) silam.  tapi kita di sini pernahkan kita membakar Injil???bagaian  mana yang dikatakan Pluralis kita tak toleran…Kristen as membantai 1 juta muslim Irak,Kristen Serbia membantai 400 ribuan Muslim, Kristen Rusia membunuh berjuta juta rakyat Afganistan dan sekarang Kristen as juga melakukan pembunuhan setiap harinya (tahun 2010 saja sebanyak 10.000 rakyat jelata dibantai)  tapi kita tak pernah mengatakan mereka teroris, namun giliran 5000 ribu orang mati karna segelintir orang Islam, maka seluruhmuslim dikatakan Teroris. Di as untuk iedul fitri tidak ada hari libur Nasional, tapi di sini , Natal dan Hari besar lainnya jadi hari libur.
Poin saya adalah, jangan selalu memaksa dari satu sisi saja, terutama dari Ummat Islam. Tapi Paksalah dari sisi mereka terlebih dahulu…adillah wahai Pemimpin. Ummat Islam juga Manusia…
Saya mohon maaf sebesar besarnya atas kesalahan bahasa maupun penulisan, dan atasperhatiannya saya ucapkan alfa syukrin.
Qul inkuntum tuhibbunallaha fattabi’uunii yuhbibkumullahu waxaghfirlakum 
zunubakum
Aquulu qauli wa astaghfirloh lii wa lakum wa lijamiil muslimin.
Wassalamualaikum wr.wb
Dari 


Nur Kholis Ghufron
(Surat saya ini saya kirimkan ke kantor beliau tapi tidak pernah direnspon)
D:\My Documents\My Music\Haddad Alwi - The Way Of Love

Saturday, December 24, 2011

Tips dari Rasulullah dalam menghadapi badai krisis.

1. Mengadu dan berharap hanya kepada Allah swt
Man nazalat bihi fâqatun fânzalahâ binnâsi lam tusadda fâqatuhû wa man nazalat bihî fâqatun fa’anzalahâ billâhi fayûsyikullâhu lahû birizqin ‘âjilin au âjilin
Barang siapa tertimpa kemiskinan, kemudian ia mengadukannya kepada sesama manusia, maka tidak akan tertutup kemiskinannya itu. Namun siapa saja yg mengadukannya kepada Allah, maka Allah akan memberinya rizki baik segera ataupun lambat (HR. Abu Dawud).
2. Bertakwa kepada Allah swt
…Man yattaqillâha yaj’allahû mahrajan. Wa yarzuqhu min haitsu lâ yahtasib…
…Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. (QS. At Thalâq 2-3).
Sesungguhnya seorang hamba benar-benar dihalangi mendapatkan rizqi akibat dosa yang dilakukannya, dan tidaklah diubah takdir kecuali dengan doa dan tidaklah ditambah umur kecuali dengan kebaikan (HR. Ahmad).
3. Memperbanyak istighfar kepada Allah swt
Ibnu Abbas berkata Rasulullah saw bersabda: Man aktsara minal istighfâri ja’alallâhu lahû min kulli hammin farjan, wamin kulli dhaiqin makhrajan, warazaqahû min haitsu lâ yahtasib.
Barangsiapa memperbanyak istighfar, maka Allah akan menjadikan setiap kesulitan kelapangan dan setiap kesempitan jalan keluar dan Allah akan memberinya rizqi dari jalan yang tidak pernah disangka-sangkanya (dalam al Musnad).
4. Sabar dan memperbanyak membaca hauqalah
Dari Jabir bin Abdullah bahwa anak ‘Auf bin Malik yg bernama Salim telah ditawan musuh. Kemudian istrinya mengadukannya kepada Rasulullah dan Rasulullah memintanya untuk bersabar dan membaca lâ haula wa lâ quwwata illâ billâh. Kemudian anaknya selamat dan malah membawa 4000 ekor unta
5. Beribadah sepenuhnya kepada Allah swt
Barangsiapa yg beribadah sepenuhnya kpd Allah swt akan memberikan pertolongan dan rizqi dari jalan yg tidak pernah disangka-sangka. Namun siapa saja berusaha sepenuhnya untuk kehidupan dunia, maka Allah swt akan menyerahkan urusannya kepada dunia (Al Hasan meriwayatkan dari Imran bin al Husain).
6. Tawakkal kepada Allah swt
Rabbil masyriqi wal maghribi lâ ilâha illâ huwa fattakhidzuhû wakilâ
Tuhan masyrik dan maghrib, tiada Tuhan melainkan Dia, maka ambillah Dia sebagai pelindung. (QS. al Muzzammil [73]: 9).
Lau tawakkaltum ‘alallâhi haqqa tawakkulihi larazaqakum kamâ yarzuquth thoirra taghdû himâshon wa tarûhu bithânan (HR. Bukhari)
Seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, maka Allah akan memberikan kalian rizki sebagaimana burung yang keluar sarang dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang.
7. Gemar bersedekah & memudahkan urusan orang lain
Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah bersabda: Qolallâhu azza wa jalla anfiq unfiq ‘alaika
Allah swt berfirman: nafkahkanlah harta kekayaanmu niscaya kamu akan diberi gantinya (HR. Bukhari & Muslim).
8. Ada 3 hal yg aku bersumpah kepadanya dan aku akan menyampaikan suatu berita kepadamu, maka perhatikan benar-benar. Tiadalah akan berkurang harta seseorang karena shadaqah dan tiadalah seseorang membuka pintu meminta-minta melainkan Allah akan membukakannya pintu kemiskinan (HR. Turmudzi)
9. Janganlah kamu menutup-nutupi apa yg kamu miliki, niscaya Allah akan menutupi rizqimu
Dalam riwayat lain:
Nafkahkanlah hartamu serta jangan kamu menghitung-hitungnya, maka Allah swt akan menghitung-hitungnya untukmu, dan janganlah kamu menakar-nakarnya, niscaya Allah akan menakar-nakarnya untuk kamu (HR. Bukhari dan Muslim).
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...