Translate This

->

Thursday, August 16, 2012

Mendadak Reliji


Istilah mendadak dangdut menjadi begitu populer dalam beberapa tahun yang lalu meskipun sekarang sudah meredup. Saya sebenarnya merasa aneh dengan istilah itu pada waktu waktu pertama mendengar sebelum booming.Aneh gitu loo.. Karna biasanya setelah kata mendadak itu penjelasan dengan kata sifat yang bermakna ekstrim. Misalkan ada orang miskin maka kata mendadak akan berdampingan dengan  kata kaya.Misalkan dalam kalimat sebelumnya ada orang suka bicara maka kata mendadak akan berdampingan dengan kata diam. Itulah ekstrim yang saya maksud. Lha ini “mendadak dangdut”,apa yang ekstrim dari kat a dangdut wong sebelum sebelumnya juga suka dangdutan..tapi boleh juga..apa  yang gak mungkin dalam hidup sekarang.Bahasa Indonesia pun akan mengikuti perkembangan jaman.
Apa korelasi antara mendadak dengan Ramadhan yang selalu menjadi  topik romantis  di pelbagai media massa. Korelasinya adalah ‘mendadak reliji’. Apapun aksesoris yang berbau agama sebelu Ramadhan tidak begitu laku dijual maka dalam bulan Ramadhan itu menjadi laris manis…itulah Mendadak reliji. Istilah ‘islami’ yang kadang sulit meluncur dari bibir para artis namun dalambulan ramadhan ‘mendadak meluncur’, jilbab yang enggan membalut tubuh para artis , pada bulan Ramadhan mendadak membalut. Bahkan Pak Jokowi pun mendadak umrah…hehe jangan sampai kebakaran jenggot ya penggemar pak Jokowi.
Eith…apa fenomena mendadak seperti ini berarti perlu dikritisi dengan melabeli negativ?? nggak juga. Mendadak seperti diatas adalah baik selama dibarengi dengan  kontinyuitas pasca Ramadhan dan bukan  hanya lipstik semata. Buktinya saya juga pada tanggal 11 Agustus 2012 “Mendadak Kompasiana”…..
Nurkholis Ghufron

No comments:

Post a Comment

Jangan Lupa Berilah Komentar!!
Trimakasih atas kunjungannnya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...