Translate This

->

Sunday, April 29, 2012

Pesantren Gontor Punya Warna Tersendiri

AMBI, JG: Gubernur Jambi Drs. H. Hasan Basri Agus (HBA) melalui Asisten III Setda Provinsi Jambi Ir. Natres Ulfi  membuka secara resmi penggunaan Pesantren Darussalam Gontor 12  dan Masjid Jami’. Peresmian dilakukan Jum’at (13/4) bertempat di Pesantren Darussalam Gontor 12, Muara Sabak, Tanjung Jabung Timur. 
“Saya melihat keunikan dari Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor, alumni Gontor sudah berkiprah ditengah ummat di berbagai wilayah pengabdian, baik sebagai ulama, birokrat, cendikiawan, budayawan, politisi, serta berbagai profesi,” dalam sambutan tertulis HBA.
Keunikan tersebut menurut Gubernur, Pesantren Gontor tidaklah melupakan dan masih dalam koridor pendidikan yang mengedepankan ketauhid-an (ketuhanan) dan berpegang teguh dalam ajaran Islam. “Gontor telah merubah stigma bahwa santri harus menjadi ulama atau muballigh, memang seharusnya demikian, namun santri dapat menjadi apa saja yang terpenting para alumninya menjadi generasi yang unggul menuju terbentuknya khairu ummah yang merupakan salah satu misi dari Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor,” kata Gubernur.
Menyikapi peresmian Masjid Jami’ yang berada dalam lingkup pesantren, Gubernur menilai masjid dan pesantren merupakan dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya. Kehadiran masjid sebagai Rumah Allah dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya, “Kita diwajibkan untuk memakmurkan masjid sebagai manifestasi ketaqwaan kita kepada Allah SWT, sesuai dengan Firman-Nya dalam Al Qur’an.”
Keberadan masjid dalam sambutan Gubernur tidak terbatas sebagi tempat salat saja tetapi lebih luas penggunaannya. “Masjid adalah pusat ibadah umat Islam, mulai dari ibadah yang bersifat mahda (ritual), hingga ibadah muamalah (sosial), masjid memiliki peranan vital dalam dakwah dan pembinaan umat Islam,” lanjutnya.
Harapan Gubernur dengan diresmikannya Pesantren Modern Darussalam Gontor 12 dan Masjid Jami’ tidak saja mempersiapkan intelektualitas generasi muda namun lebih jauh dapat menjadi lembaga yang mampu membangun citra Islam,”Kehadiran Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor 12 dapat menjadi sebuah lembaga yang mampu menegakkan Islam yang rahmatan lil’alamin (rahmat bagi seluruh alam),” harap Gubernur.
Dalam lanjutan sambutan, Gubernur berharap para santri dan alumni Gontor berada pada garis terdepan untuk memberikan contoh sesuai dengan ajaran yang berlandaskan pada Al Qur’an dan Al Hadits, “Semoga Gontor melahirkan generasi yang selalu berbuat baik dan bertindak sesuai dengan ketentuan yang diamanahkan oleh Al Qur’an dan Al Hadits dan selalu menempatkan dirinya sebagai khairu ummah yang dapat menjadi tauladan ditengah masyarakat.”
Sebelumnya dalam sambutan Sekretaris Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Timur Drs. H. Darminto, kehadiran  Pesantren Gontor ditengah masyarakat Tanujung Jabung Timur khususnya  memiliki makna yang strategis. Sebagai basis penguatan citra Islam yang akhir-akhir ini sering menjadi sorotan yang tidak baik, penguatan citra tersebut haruslah berlandaskan ajaran juga mewujudkan serta mempertahankan kultur agamis yaitu kultur agama Islam itu sendiri.
Sementara dalam sambutan K.H. Syamsul Hadi Abdan, S.Ag., sebagai Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor menyampaikan kehadiran Pesantren Modern Darussalam Gontor bukan untuk menyaingi lembaga pendidikan Islam lainnya, Gontor menurut K.H. Syamsul mempunyai warna tersendiri, “Bukan untuk menyaingi Da’i yang ada,” ujar Kiai.
Gontor didirikan bertujuan untuk mendidik ummat, “Mendidik menjadi Da’i ditengah tengah masyarakat, membentuk kader, bukan untuk sesuatu guna melainkan diatas dan untuk segala guna,”lanjut Kiai. Seperti diketahui dalam sambutan K. H. Syamsul Guru atau Ustadz yang berada dan mengabdi di Pondok Gontor tidak memiliki perhitungan gaji,”Tidak ada perhitungan gaji yang ada hitungan menghidupi pesantren,” tegas Kiai.
Kemajuan pesantren bukan karena bantuan akan tetapi karena berbuat, beramal, berjuang, “ Banyak yang memberi wakaf tetapi tidak semua wakaf dapat diterima, Alhamdulillah wakaf dari Umat Islam Tanjung Jabung Timur dapat diterima untuk dijadikan pesantren,” ungkap Kiai disambut gembira para hadirin.
Kiai Syamsul juga menuturkan sejarah pembentukan pesantren berawal dari trimurti/tiga bersaudara, K.H. Ahmad Sahal, K.H. Zainudin Fannanie, dan K.H. Imam Zarkasyih pada tahun 1926 dari tanah warisan seluas ± 1,7 Ha yang diwakafkan untuk dijadikan tempat pengajian dan berkembang menjadi besar beserta wakaf dari umat Islam sehingga menjadi pesantren yang mengambil nama daerah yaitu Gontor, pada tahun 1958 menjadi Pondok pesantren bagi umat Islam.
Menilik dalam sambutan H. Abdullah Hich sebagai pemrakarsa berdirinya pesantren tersebut berawal dari keinginan beliau untuk melihat Pondok Pesantren Gontor setelah bertemu dengan K.H. Abdullah Syukri Zarkasy disaat penerimaan penghargaan Pramuka di Cibubur dari Presiden SBY, timbul keinginan untuk mendirikan pesantren di Tanjung Jabung Timur, melalui sumbangan para kepala dinas didapat tanah seluas ± 10 Ha untuk pesantren dan sumbangan para dermawan tanah seluas 100 Ha untuk menghidupi pesantren yang sekarang sudah ditanami sawit seluas 47 Ha kesemua itu untuk membantu penyelenggaran proses pendidikan dan kegiatan di Pesantren Modern Darussalam Gontor 12. (jambiglobal)

No comments:

Post a Comment

Jangan Lupa Berilah Komentar!!
Trimakasih atas kunjungannnya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...