Translate This

->
Showing posts with label Islam dan wirausaha. Show all posts
Showing posts with label Islam dan wirausaha. Show all posts

Sunday, May 20, 2012

Aspek Mental Wirausahawan.



Aspek mental berpengaruh langsung kepada prestasi usahawan, karena
yang menjadi pemicu pada umumnya adalah tantangan-tantangan yang
harus dihadapi dalam bidang usaha itu sendiri. Kegagalan-kegagalan,
kerugian-kerugian, tekanan pihak lain dan sebagainya merupakan sebagian
kecil yang menjadi penyebab seorang pengusaha mengalami jatuh-mental
(mental break-down). Sekali pengusaha jatuh mentalnya secara parah, ada
harapan ia akan mangalami trauma, dan kemungkinan besar tidak pemah
lagi berkeinginan untuk berwiraswasta.
Kejadian seperti itulah yang perlu diwaspadai sejak dini oleh mereka,
Kaum wiraswastawan.Karena mental adalah sesuatu yang tidak kasat mata ,
abstrak dan terletak di dalam, aspek ini agak lebih sulit dideteksi kapan
terjadi degradafl, rongrongan, pengikisan, dan lain sebagainya. Adakalanya,
seorang individu yang tadinya merasa tidak ada masalah dengan mentalnya,
pada saat terjadi suatu "bencana bisnis' (business disaster) seperti karugian besar secara mendadak, atau kebangkrutan, langsung mengalami jatuh- mental yang parah. Pada kasus-kasus tertentu, ada yang mengakibatkan
orang tersebut gila atau mungkin juga bunuh diri
Salah satu contoh, pada waktu pusat perbelanjaan Harco di daerah
Glodok Jakarta terbakar beberapa tahun silam, seorang pengusaha yang
tokonya habis terbakar langsung berusaha bunuh diri, dengan jalan menelan
sikat gigi.
Kejadian tersebut menunjukkan bahwa si pengusaha tidak siap secara
mental. Dan hal ini, dengan berbagai ragam perwujudannya, banyak sekali
terjadi dl mana-mana. Seperti kisah Malcolm McGregor, tidak kurang dari
tokoh-tokoh bisnis kelas gajah di Amerika, harus mengalami akhir hidup
yang begitu mengenaskan akibat ketidaksiapan mentalnya. Ada yang gila,
ada yang bunuh diri dan ada yang harus masuk penjara sebelum meninggal.
Untuk mengantisipasi hal sedemikian, para wiraswastawan perlu
membekali diri dengan nilai-nilai sikap mental yang kuat, baik, tangguh dan
tahan banting. Bagainana caranya? Tahap pertama, untuk mempersiapkan
diri menjadi figur usahawan ulet, adalah dengan jalan belajar dan membuka
wawasan tentang nilai-nilai yang dibutuhkan. Tahap kedua, melatih dan
membiasakan diri untuk mempraktekkan apa yang sudah dipelajari, serta
pada tahap ketiga, berusaha mempertahankan sikap mental yang sudah
baik itu, melalui kebiasaan-kebiaaan hidup yang menunjang dan selaras.
Ada beberapa faktor, yang menjadi kunci keberhasilan pengusaha dalam
membina dan mempertahankan kaahanan mental, yaitu: faktor intelejensisia,
motivasi dan proaktivitas. Intelejensia merupakan unsur kecerdasan,
hubungannya adalah untuk memungkinkan orang meningkatkan pengetahuan
serta keahlian. Motivasi menciptakan dorongan yang menggebu dalam
mencapai suatu tujuan, sedangkan proaktivitas selalu menuntun manusia
dominan terhadap dirinya sendiri, tanpa goyah karena pengaruh, tekanan
atau teror dari luar, baik orang lain ataupun lingkungan.
Wlraswastawan perlu memiliki intelejensia, karena dengan itu ia bisa
mempelajari berbagai ilmu pengetahuan dan keahlian, yang pada gilirannya
nanti akan sangat membantu kiprahnya di dunia usaha. Beberapa literatur
menjelaskan bahwa intelejensia dapatdilatih, berdasarkan pendapat bahwa
manusia akan semakin cerdas bila otaknya semakin sering dipergunakan
untuk berpikir. Kenyataan memang menunjukkan, seperti telah disinggung
sebelumnya, pengusaha itu adalah “pekerja otak”, dan setiap saat la perlu
berpikir untuk mengatur strategi bisnis, mencari terobosan-terobosan,
memecahkan masalah-masalah dan lain sebagainya.
Oleh sebab itu, selalu dianjurkan agar pengusaha tetap konsisten belajar;
mencari dan menambah ilmunya di segala disiplin agar bisa membuat diri
dan perusahaannya menjadi kuat serta memiliki ksadaran teknologi
(tecknology awareness) dan inovatif dalam meciptakan produk-produk baru.
(rahasia sukses bisnis dari nol,bambang sunarno)
 
.

Thursday, May 17, 2012

3 Kesalahan Pebisnis Dalam Mengelola Keuangan


yakni :
1. MENCAMPUR UANG PRIBADI DENGAN UANG USAHA
Masalah ini sering terjadi bila pemilik Merangkap juga sebagai pengelola usaha.
keuangan rumah tangga bercampur dengan uang bisnis, ataupun rumah merangkap sebagai tempat_usaha. Selain itu tidak ada pemisahan antara rekening pribadi dengan rekening usaha sehingga uang pun bercampur.
Sehingga uang usaha terpakai untuk kebutuhan pribadi atau sebaliknya. Lambat launkinerja keuangan usaha jadi tidak jelas perkembangannya, apalagi bila tidak dilakukan pencatatan yang tertib.Untuk mengatasi masalah ini ada beberapa tips yaitu :
a. Setiap transaksi hendaknya dilakukan pencatatan
yang tertib. baik uang yang masuk maupun uang keluar. Lakukan evaluasi mingguan untuk menghitung berapa selisih antara uang masuk dan uang keluar yang merupakan laba usaha. Bila Anda rajin melakukan pencatatan maka bila uang terambil untuk kebutuhan pribadi bisa terdeteksi dengan
baik berapa besamya. Dan sebaiknya bila terpaksa mengambil harus dicatat dan dikembalikan segera.
b. Alternatif lain untuk mengambil sebagian uang
usaha adalah dengan menggaji dirinya sendiri. Bila keuntungan usaha Anda stabil maka bisa dengan gaji tetap bulanan. tetapi bila omset Anda masih
naik turun sebaiknya gaji ditentukan berdasarkan prosentase omset misalnya 10% 20 %dari omset.
c. Usahakan memiliki rekening bank yang terpisah
antara uang pribadi dan uang usaha. Sehingga transaksi usaha maupun transaksi pribadi dilakukan secara terpisah dan memudahkan pemantauan.
2.TlDAK MEMILIKI FORMUlA PEMBAGIAN KEUNTUNGAN
USAHA YANG .JELAS
Umumnya para pebisnis tidak memiliki patokan berapa keuntungan yang digunakan untuk keperluan pribadi dari berapa untuk bayar utang dan
pengembangan. Bila tidak ada formula yang jelas, sulit bagi usaha untuk berkembang dengan baik karena tidak jelas kemana larinya uang.formula  pembagian  yang mana sebaiknya digunakan?Sebetulnya  tidak ada patokan yang baku tetapi mungkin formula yang saya rumuskan bisa diterapkan, yaitu alokasi 10: 10 :20; 30 : 30. Artinya setelah Anda menerima keuntungan yang tentunya dihitung dari pendapatan usaha dikurangi semua komponen biaya maka 10 % keuntungan digunakan untuk zakat.infaq, dan sedekah: 10 9% berikutnya digunakan untuk investasi pribadi si pengusaha seperti emas ataureksadana. Kemudian 20% digunakan untuk danapengembangan usaha atau ekspansi. 30% dari labadigunakan untuk membayar pinjaman/hutang modal usaha. dan 30% berikutnya bani digunakan untuk gaji atau penghasilan pengusaha. -
3. BERPATOKAN PADA OMSET SEBAGAI KEBERHASHAN
USAHA
Banyak kalangan pengusaha hanya menyebutkan omset usaha sebagai tolak ukur keberhasilan dalam berbisnis. "Omset saya 50 juta per bulan lho" kata salah seorang pengusaha kecil dengan bangganya.Namun ketika ditanya berapa profitnya dia tidak bisamenentukan dengan tepat. Omset yang besar tidak identik dengan keberhasilan karena profit atau laba tolak ukur kesuksesan sebagai pengusaha. Keberhasilan Anda dalam berbisnis tidak ada kaitannya dengan berapa customer yang Anda miliki atau berapa jumlah karyawan yang direkrut. Semua berkaitan dengan laba.Omset tinggi tetapi komponen biaya yang dikeluarkan tinggi maka ini tidak seimbang. laba pun tidakoptimal. Contoh biaya sewa tempat. gaji karyawan. biaya promosi dan iklan, biaya administrasi dan tunum termasuk biaya penyusutan ini sebagai pengurang dari pro
fit. Perhitungan laba ini sangat berkaitan dengan pengetahuan seorang pengusaha terhadap pembukuan dan pencatatan keuangan dengan benar.
Oleh karena itu sekali lagi pencatatan pembukuan yang rapi. pengumpulan bukti bukti transaksi, penyusunan laporan keuangan baik neraca. laporan laba rugi, maupun arus kas tidak selayaknya diabaikan. Kinerja usaha ditentukan oleh laporan keuangan yang memadai sehingga dapat digunakan untuk evaluasi intemal maupun bahan mengajukan tambahan modal ke investor.Demikian, selamat mengelola keuangan usaha Anda,semoga sukses dan berkah. Amin.
(Disarikan dari tuku Cerdas dan Cerdik Mengelola Uang. karangan
Penulis)
'

Wednesday, May 16, 2012

Belajar dari Harland Sanders


Laksita Utama Suhud


Tersadar akan memburuknya kondisi keuangan yang menimpanya di usia
65 tahun dan kesehatan yang semakin melemah saat memasuki usia ter-
sebut, Harland Sanders mengambil keputusan besar untuk mengubah
nasibnyae Berbekal uang jaringan sosial (BLT - Bantuan Langsung Tunai) dari
pemerintah Amerika Serikat sebesar USSIOS per bulan, dia memulai sejarah
bisnis waralaba pertama di bidang ayam goreng.
Pada tahun 1952, dia mulai menawarkan ide waralaba resep ayam
goreng crfspy-nya dengan berkeliling ke restoran-restoran di negara bagian
Kentucky. Usahanya hanya menghasilkan penolakan dari para pemilik iurriah
rriakan yang sama sekali tidak tertarik dengan idenya.
Setelah sebulan dua bulan tanpa hasil, dia mengubah strateginya. Dia
tidak lagi berhitung pada angka-angka, tetapi menawarkan cara memasak
resep tersebut secara langsung di dapur restoran yang dia datangi.
Bayangkan. Anda mempunyai sebuah rumah makan kemudian datang
seseorang gembel tua, dekil, berpakaian lusuh menawarkan resep ayam dan
memaksa Anda untuk memberinya kesempatan 'mendemonstrasikan cara
memasaknya di dapur rumah makan Anda. Apakah Anda akan membiarkan
dia masuk ke dapur Anda?
Sekali lagi ide tersebut gagal, dan Sanders terpaksa harus mengubah
strateginya. Kali ini dia membawa contoh ayam goreng yang sudah malang
untuk dicoba oleh para pemilik rumah makan yang dia kunjungi Tetapi usaha
ini tetap tidak membuahkan hasil karena ayam goreng yang dibawanya
sudah tidak segar, renyah, dan hangat lagi.
Idenya yang sangat tidak lazim saat itu mendapat banyak cemoohan
dari pemiil:-pemilik restoran yang didatanginya. Tetapi Sanders tidak putus
harapan meskipun kemampuannya yang minim dalam bernegosiasi dan
memasarkan ide membuat perjalanannya semakin berat. Tidak kurang
dari 1.009 kali penolakan harus dia terima sampai akhirnya perjuangannya
membuahkan hasil. Pemilik restoran yang ke 1,010 mau menerima idenya
dan  Booom! lde itu pun miilai berjalan nan berhasil.
Seiring dengan bertambah banyaknya pemilik restoran yang mencoba
ide waralabanya, Sanders menikmati uang royaltinya. Pada tahun 1964. dia
sudah mempunyai lebih dan 600 outlet waralaba ayam gorengnya di seluruh
Amerika dan Kanada.
Jika masing-masing outlet setiap hari menjual 100 potong ayam goreng
dan Harland Sanders menerima 20 cents (US$0,2) sebagai royaltrnya. maka
dalam sehari Sanders menerima royalti 100 potong ayam x USSO.2 x 600
outlet = US$'l2.000 atau atau U$$360.000 per bulan. Sunggirh` angka yang
fantastis. Dalam 12 tahun. dia bisa mengubah penghasilan USSIOS menjadi
USS360.000 perbulan Kerja keras dan keyakinannya membuahkan hasil
luar biasa. Sampai hari ini Harland Sanders menjadi simbol bagi semangat
kewirausahaan dunia.

Friday, May 11, 2012

10 Cara Membangun Kepercayaan Dalam Bisnis


Kepercayaan adalah hal yang sangat penting untuk menarik klien baru dan membangun kepercayaan seharusnya menjadi bagian penting dalam strategi marketing Anda.
Anda tidak akan membeli mobil jika menurut Anda tidak bisa dikendarai pulang. Dan Anda tidak akan membeli dari dealer yang curang, dengan memberikan harga yang tinggi dan tidak bertanggung jawab saat terjadi kerusakan mesin saat mobil dibawa pulang.
Sebelum membeli dari Anda, pembeli harus percaya bahwa produk dan jasa Anda akan memenuhi fungsinya. Apakah marketing Anda membantu membangun kepercayaan yang dibutuhkan untuk meyakinkan prospek agar membeli dari Anda? Jika Anda berupaya keras untuk menarik klien dan pelanggan, gunakan taktik berikut untuk merubah prospek menjadi klien.
1. Mendapatkan Testimoni
Terlepas dari seberapa besar kredibilitas Anda atau banyaknya pengalaman yang Anda miliki, orang akan lebih memperhatikan apa yang dikatakan ORANG LAIN mengenai Anda.
Angkat telepon dan hubungi pelanggan Anda untuk menanyakan pendapat mereka terhadap produk atau jasa Anda, apa yang mereka sukai dan bagaimana bisa membantu mereka. Edit komentar mereka, mintalah ijin untuk menggunakan komentar mereka dan tampilkan testimoni ini dalam materi marketing Anda.
2. Gunakan artikel daripada iklan
Kami mulai tidak mempercayai iklan dan mulai meyakini apa yang kami baca di artikel yang diterbitkan. Investasikan waktu Anda untuk menulis artikel yang menjadikan Anda seorang ahli. Jika Anda membuat iklan, masukkan testimoni kedalamnya.
3. Memberi sesuatu
Saat Anda memberi sesuatu pada orang lain, terlepas dari masalah harga, mereka akan percaya pada Anda dan sebagai gantinya mereka akan membeli sesuatu dari Anda. Gunakan ebook, artikel, workshop atau demo gratis untuk membangun kepercayaan.
4. Mendapatkan referal
Ketika Anda membutuhkan dokter baru, pengacara, tukang ledeng, tukang kayu, atau tempat makan, Anda bertanya pada teman untuk mendapatkan referal. Anda percaya rekomendasi yang diberikan oleh orang yang Anda kenal, dan kenyataannya, dengan cara demikianlah kebanyakan orang mendapatkan pekerjaan. Jangan menunggu referal datang secara tiba-tiba, terapkan sistem proaktif untuk mendapatkan referal.
5. Saling mendukung
Membangun usaha yang Anda percayai serta menyasar pasar Anda. Libatkan mereka untuk mendukung produk dan jasa Anda didalam pemasaran mereka dan lakukan hal yang sama untuk mereka. Jika referal personal adalah ideal, dukungan adalah penutup kedua. Taktik ini bisa melipatgandakan pencapaian marketing tanpa biaya.
6. Memberi contoh/sample
Memberikan informasi daripada membuat klaim dramatis tentang apa yang bisa dilakukan produk Anda. Gunakan studi kasus untuk menginformasikan apa yang telah Anda lakukan, untuk siapa dan perbedaan yang diciptakan dalam kehidupan atau usaha mereka.
7. Personalisasi marketing Anda
Orang berbisnis dengan orang lain. Anda harus membantu prospek mengenal dan mempercayai Anda. Biarkan hasrat dan kepribadian Anda masuk dalam pemasaran dan profesionalisme Anda. Masukkan foto diri yang tersenyum, ditempat yang meyakinkan untuk dipasang di halaman pertama materi marketing Anda.
8. Mengurangi resiko yang diterima
Perhatian terbesar pembeli adalah seberapa baik kinerja produk atau jasa Anda. Memberikan garansi mungkin membantu tapi dalam banyak kasus ini tidak akan menciptakan penjualan. Perjelas nilai yang bisa Anda berikan dan nyatakan komitmen Anda untuk tidak hanya melihat senang, tapi juga puas dengan produk dan jasa Anda.
9. Mempermudah kontak
Jika Anda ingin klien bisa berhubungan dengan Anda, tunjukkan caranya. Cantumkan nomer telepon Anda di bagian atas materi marketing dan informasikan pada mereka untuk menghubungi Anda. Ketika Anda menghubungi mereka, berikan nomor telepon Anda sekali lagi di akhir pembicaraan dan sampaikan untuk menghubungi Anda. Jika Anda memiliki web site, cantumkan form kontak di bagian atas home page Anda .
10. Menjalin komunikasi
Orang yang Anda temui dan ajak bicara secara rutin biasanya adalah orang-orang yang paling Anda percayai. Komunikasi bukanlah satu-satunya bahan dalam mengembangkan kepercayaan, tapi ini merupakan hal yang sangat penting. Jika Anda menjual jasa atau produk high end, telepon pribadi adalah salah satu cara terbaik untuk menjawab pertanyaan prospek, dan membangun kepercayaan. Hubungi prospek atau klien secara rutin dan dapatkan feedback apa yang menjadi perhatian mereka.
Gunakan sepuluh taktik marketing ini untuk membangun kepercayaan dan Anda akan menemukan lebih banyak prospek membeli produk dan jasa Anda.
Oleh: Charlie Cook
Dikopipaste dari
 10 Cara Membangun Kepercayaan Dalam Bisnis

3 Jurus Sakti Membuat Toko Retail Menjadi Sangat Ramai

Kalau sudah berbicara Persaingan Usaha,maka pelaku Peluang Usaha akan dapat bercerita panjang lebar tentang strategi dan upaya-upaya yang dilakukan untuk memenangkan sebuah persaingan,apalagi jika sang Pelaku Peluang Usaha tersebut mempunyai Toko atau Mini Market yang bersebelahan dengan kompititornya.

Kondisi bersaing langsung atau Head to Head dengan kompititor sudah jamak ditemui,cobalah sahabat melihat bagaimana di satu jalan dijumpai 2 Mini Market sekaligus,seperti yang sering terlihat bagaimana persaingan terjadi antara Mini Market Modern Alfamart berhadapan langsung dengan Mini Market Indomaret.

Bentuk persaingan ini sangatlah ketat,bahkan sering ditemui pula tidak lama berlangsung salah satu Mini Market Modern itu tutup,entah itu Mini Market Alfamart ataupun Indomaret,kalau sudah demikian siapa pun pelaku Peluang Usaha tersebut mau tidak mau harus mengetahui beberapa Kiat untuk memenagkan persaingan,untuk menjadi seorang pemenang adalah bagaimana sahabat membuat Mini Market atau Toko Retail nya menjadi yang paling Ramai.

Percuma juga bagai sahabat walau sudah ambil Waralaba namun tidak tahu bagaimana mendatangkan pelanggan baru, Untuk mendatangkan keramaian Toko Retail atau Mini Market sahabat ada 3 Kiat yang menjadi dasar utama ,ke tiga pilar utama inilah yang menjadikan Toko Retail atau Mini Market sahabat menjadi pemenang,ke 3 Kiat itu adalah :

1. Lokasi
Lokasi,lokasi dan lokasi itu adalah filosofi pelaku usaha,dengan menempatkan Toko Retail atau Mini Market di lokasi yang strategis dan ramai akan memudahkan daya tarik calon pelanggan,kondisi ini apakah sudah memadai?tidak,sepatutnya sahabat mencermati lingkungan seputar tempat Mini Market Sahabat,rumusnya paling tidak ada 2000-2500 keluarga,.

Kriteria lokasi strategis adalah berada di seputar keramaian,seperti area perkabtoran,sekolahan,daerah kos-kosan,tempat hiburan,rumah sakit,perumahan besar,pasar,atau paling tidak lokasi sangat mudah diakses pelanggan seperti misalkan jalan besar atau jalur utama angkutan kota,usahakan Toko Retail Sahabat ada tempat parkir yang cukup.

2. Kenyamanan
Kesuksesan sebuah Toko Retail atau Mini Market juga ditentukan oleh kenyamanan pelanggan,seperti misalkan tidak harus antri untuk pembayaran,lantai yang bersih,adanya penyejuk udara atau AC dan pencahayaan yang cukup.

Disamping itu fasilitas tambahan akan menarik pelanggan,misalkan adanya ATM,tempat bermain untuk anak-anak,laundry bahkan ada kedai makanan.

3. Jam Buka Mini Market
Jam buka Toko Retail atau Mini Market juga adalah factor penentu,apalagi Toko Retail di buka pagi-pagi hari,utama yang ada di area pemukiman,dengan di buka pagi hari akan banyak membantu pelanggan yang akan pergi kekantor untuk memenuhi kebutuhan mereka,waktu lebih malam di tutup akan juga menjadi penentu bagi ramainya pelanggan.

Faktor ini akan lebih dominan jika pada saat adanya momentum besar,seperti misalkan hari Raya,Natal atau hari libur lainnya,selain membantu kebutuhan pelanggan,factor buka Toko Retail yang panjang mendorong ingatan pelanggan untuk menjadikan ToKo Retail sahabat menjadi rujukan utama.

Ke 3 Jurus Sakti di atas adalah hukum yang mutlak dijalankan oleh mereka para Pelaku Peluang Usaha yang ikut dalam keluarga Waralaba Retail,konsep Mini Market Modern yang membuat para Waralaba menjadi lain,pertarungan nantinya hanya ditentukan oleh para Waralaba dengan Waralaba lainnya,dengan bersama-sama saling menguatkan Image Mini Market mereka,membuat para Waralaba ini memenangkan pelanggan.

Salam Sahabat Selalu



Dikopi paste dari http://bisnis.lintas.me/article/kreditmart.co.id/3-Jurus-Sakti-Membuat-Toko-Retail-Menjadi-Sangat-Ramai-/1

Cara mendatangkan pengunjung lebih banyak ke toko anda


Semua pasti setuju, salah satu faktor yang paling menentukan kesuksesan dari usaha kita adalah banyak nya pengunjung yang datang ke toko kita. Tentunya hal ini tidak mudah, apalagi toko nya masih baru buka, modal pas-pasan, lokasi tidak strategis, susah deh bayangan anda buat pengunjung datang.
Jangan selalu beranggapan kalo toko mau ramai harus memilih lokasi di pinggir jalan, belum tentu. Trusss.. caranya gmn?
  1. Minimal, ini paling minimal, buat orang-orang yang tinggal disekitar toko atau tempat usaha anda sadar kalau ada toko anda disekitar lingkungan mereka, caranya?, ya bisa buat banner, spanduk, bagi-bagi brosur, dll
  2. Buat spanduk dengan ukuran xang cukup besar, 3x3m sangat baik, dan buat design yang sangat menarik, eye catching, sehingga kalau ada orang yang lewat toko anda akan sadar kalo ada toko anda.
  3. Jangan malu untuk menuliskan promo-promo dari toko anda, misalnya GRATIS gelas cantik setiap pembelian minimal Rp 100.000. dan tuliskan promo tersebut dengan tulisan yang besar dan jelas, karena mayoritas calon pembeli sangat senang dengan hadiah.
  4. Sertakan gambar di spanduk anda, jika anda jualan mie ayam, jangan ragu untuk menyertakan foto dari mie ayam yang anda jual. Karena sesuai dengan napoleon bonaparte, sebuah gambar lebih baik dari pada seribu kata-kata.
  5. TULISKAN harga dari barang yang anda jual di spanduk anda, karena jika anda TIDAK menyertakan harganya, bagi calo pembeli yang berkantong tipis akan takut untuk masuk ke toko anda .
  6. Hilangkan kebiasaan menuliskan atau memberlakukan perarturan “dilarang parkir selain pengunjung”, loh kenapa? Ya, kebanyakan orang, jika ada restoran yang baru berdiri maka ia akan tertarik untuk membeli jika toko tersebut terlihar ramai di parkirannya, maka jika toko anda baru dibuka dan masih sedikit pengunjung yang datang ke toko anda anda bisa mensiasatinya dengan menyuruh karyawan anda untuk membawa kendaraan dan memarkirkannya di depan toko anda, sehingga toko anda yang baru dibuka akan terlihat ramai. Kalau pengunjung sudah banyak ya motor karyawannya suruh lagi parkir dibelakang, hehhe…
  7. Kalau anda benar-banar ingin toko anda yang baru anda buka tapi sudah banyak yang datang adalah, pertama, buatlah orang yang tau tentang toko anda sangat banyak, caranya? Anda pernah liat saat perusahaan baru diresmikan? Ada apa ya? Yes, akan banyak karangan bunga dari perusahaan-perusahaan partner,. Trusss, jika anda belum punya partner gmn? Gampang!!! suruh mama papa anda buatkan karangan bunga untuk anda, teman-teman kuliah anda, teman-teman sekolah anda, tawarkan kepada bank-bank dan toko-toko yang lokasinya dekat dengan anda untuk promosi gratis melalui karangan bunga tadi, kalau mereka nggak mau, pinjam saja nama perusahaan mereka, sehingga anda yang membuatkan atas nama perusahaan mereka. Kalau sudah banyak pasang dan jejerkan di depan toko anda, niscaya akan banyak orang yang tau kalau ada toko yang baru dibuka, dan jika ada banyak nama perusahaan di karangan bunga, calon pengunjung yang lewat akan menganggap toko anda sudah dikenal luas.
  8. Buat promosi yang sangat sensasional, dan seakan-akan orang yang tidak datang ke toko anda adalah bodoh, caranya?.. buat minggu pertama saat peluncuruan restoran anda, semua pelanggan gratis makan ditempat anda, tentunya dengan menu yang lebih kecil dan terbatas, agar calon pelanggan anda mcncobanya, kalau mereka puas kan mereka akan memberitahukan kepada teman-temanya. Dan ingat, kalau baru dibuka saja toko anda sudah terlihat ramai, maka akan banyak orang yang datang ke tempat anda karena penasaran melihat toko anda sudah ramai dari hari pertama pembukaan.
  9. Berikan voucher diskon untuk pelanggan yang telah datang ke restoran atau toko anda, TAPI, ada syaratnya, voucher akan berlaku jika pelanggan tersebut membawa temannya untuk makan di toko anda. Ya, bukankah pelanggan anda telah mempromosikan toko anda dengan tanpa anda bayar?
  10. Jika lokasi toko atau restoran ditempat yang terpencil, anda bisa mensiasatinya dengan radio, ya, radio, caranya cari tau radio apa yang paling terkenal dikota anda, kemudian, cari tau acara apa yang paling terkenal di radio tersebut, kemudia, suruh, anak-anak anda, teman-teman, atau pegawai anda, bahkan anda sendiri, telpon atau sms ke radio tersebut dan katakan “saya baru makan di bakso A, enak lo” atau “bakso A di kampang asem enak banget ya, ga rugi deh kalau makan disana”, apakah bayar? Tidak anda bisa telfon dan sms saat sedang acara kirim-kirim pesan dan request lagu atau sedang cerita-cerita. Lakukan sucara terus menerus dan orang yang menelpon pun berbeda-beda. So simple, tapi jika anda melakukannya, saya yakin akan banyak orang yang penasaran dengan toko atau restoran anda yang akhirnya datang ke toko anda.
  11. Sudah tidak diragukan lagi perkermbangan teknologi sudah sangat cepat dan hebat, anda bisa melakukan pemasaran dengan bantuan internet, facebook, twitter, dll. Apakah bayar? Ada yang bayar tapi ada juga yang gratis, sangat mudah dilakukan dan sangat menimbulkan efek yang sangat luarbiasa.
Anda bisa mulai mencoba cara-cara yang baru saya berikan, dan jangan lupan test dan ukur, agar anda bisa tau cara mana yang benar-benar efektif, dan sekarang anda bisa tau kalau cara pemasaran tidak melulu dengan iklan di media bisa dengan cara lain yang lebih murah dan lebih efektif. Bahkan anda bisa memberikan gratis kaos yang berlogo toko atau usaha anda kepada calon pelanggan anda, tentunya kualitas harus baik agar pelanggan anda tidak malu untuk memakai baju yang anda berikan.
Silahkan coba dan praktekan, dan jangan coba-coba cari strategi ini di buku-buku kuliah, karena dikuliah marketing saya tidak diajarkan cara-cara seperti ini, jangan lupa selalu beramal untuk kesuksesan bisnis anda.

Saturday, May 5, 2012

Peritel Yang Baik Bak Seorang Sutradara Film Drama


Ritel tak ubahnya seperti panggung sandiwara. Hal ini dikatakan oleh Martin M. Pegler, seorang ahli visual merchandising dalam sebuah sesi di The 2012 International Home + Housewares Show. Dalam forum tersebut ia menyebut bahwa ritel adalah sebuah panggung, dan para pelanggan adalah penontonnya yang datang untuk berbelanja dan dihibur.
Dengan analogi ini, Pegler menyebut bahwa produk adalah bintang utamanya dan retailer adalah sutradara yang mengatur alur dan cerita hingga mampu menarik para penonton. Jadi, kalau Anda pikir “pekerjaan” retailer hanya menyusun produk-produk baru dan duduk manis menunggu pelanggan datang untuk membeli, sepertinya Anda salah.
ritelMenurut Pegler, retailer perlu berpikir hiburan seperti apa yang disukai oleh pelanggan. “Retailer adalah host yang harus melihat pelanggan sebagai tamunya dan menghibur mereka. Itu berarti membuat pelanggan merasa nyaman dan diterima. Karenanya menjadi retailer tidak cukup hanya berbekal ilmu tentang bisnis. Tidak cukup hanya menjadi pebisnis yang baik dengan pengetahuan tentang produk dan pelanggan. Mereka juga harus menjadi entertainer yang baik,” jelas Pegler.
Dalam setiap pertunjukkan, pembuka selalu menjadi bagian yang krusial. Pembukaan yang menarik akan membuat penonton antusias menonton acara utamanya. Dalam ritel, hal tersebut adalah bagian luar outlet. “Semuanya dimulai dari bagian depan outlet. Tampilan, gaya, signage, bahkan jenis huruf yang dipakai dalam signage tersebut akan memberikan kesan tersendiri yang menunjukan siapa Anda,” ujarnya.
Pemeran utama dan plotnya di sini adalah visual merchandising. “Visual merchandising adalah pengaturan stok di outlet. Hal tersebut haruslah berorientasi pada pelanggan, baik dari sisi gaya hidup, fashion, maupun hasrat dan kebutuhan mereka,” jelas Pegler yang mengajar di Fashion Institute of Technology di New York ini.
Visual merchandise tidak bisa dikerjakan sembarangan. Hal tersebut harus dikerjakan dengan ketrampilan dan gaya. Kalau itu bisa dilakukan, maka visual merchandise dapat menceritakan kisah yang menarik dan konsisten. “Visual merchandising harus membuat belanja jadi mudah, mencari produk jadi mudah, mudah terlihat, dan mudah pula dikoordinasikan dengan produk lainnya,” imbuh Pegler.
Akhirnya, penutup yang megah, penjualan. Di sini pembeli, produk, dan penjual akhirnya bertemu di kasir. Inilah akhir bahagia yang kita inginkan. Pegler memastikan bahwa pelanggan tidak melupakan hal-hal kecil setelah membeli barang. Karenanya, ia menekankan peran penting tas belanja.
“Tas-tas belanja itu akan terlihat di jalan-jalan, bis, kereta yang kadang jaraknya berkilo-kilo meter dari outlet-nya. Inilah billboard berjalan yang dapat memberikan kesan tersendiri,” jelasnya.
Teater ritel ini adalah sebuah proses yang tidak pernah berhenti. Retailer harus terus merancang “pertunjukan” baru untuk para pelanggannya. Satu pertunjukan yang diulang-ulang tentu akan membosankan. Jadi ketika merchandise baru hadir dan pelanggan siap kembali berbelanja, itu saatnya Anda mengumumkan pertunjukan baru selanjutnya.(Sumber)http://indocashregister.com/2012/05/03/peritel-yang-baik-bak-seorang-sutradara-film-drama/

Inilah 7 Langkah Mengoptimalkan Hasil Bisnis Ritel Anda


Di tengah kondisi pasar yang tidak terlalu baik seperti sekarang, optimalisasi ritel menjadi topik bahasan hangat di kalangan retailer. Pertanyaan besarnya adalah bagaimana mencapai keseimbangan antara proses, teknologi, dan customer experience. Ada tujuh langkah yang bisa dilakukan untuk mencapai keseimbangan tersebut, yaitu:
supermarket ritel
1. Mulailah dari belakang
Maksudnya mulailah dari target apa yang ingin dicapai. Ujung dari semua kerja keras tentu kepuasan pelanggan. Nah mulailah dari sana. Kepuasan pelanggan seperti apa yang diinginkan. Untuk mencapaikanya, pengalaman belanja seperti apa yang perlu diberikan. Setelah itu baru mulai mengkaji apa saja yang perlu dilakukan untuk mencapai hal tersebut, mulai dari proses, pilihan teknologi hingga kampanye pemasaran.
2. Jangan pernah berkompromi soal kualitas
Kita tentu selalu ingin menekan biaya. Boleh-boleh saja berhemat, malah hal tersebut sangat penting dilakukan. Hanya saja, jangan sampai penghematan yang dilakukan mengurangi kualitas produk dan jasa. Memberikan layanan pelanggan yang baik wajib hukumnya. Karenanya kita perlu memikirkan bagaimana agar biaya dapat ditekan tanpa mengorbankan kualitas.
3. Pasang mata pada perkembangan teknologi
Wajah ritel modern terus berubah dan teknologi memainkan peranan penting di dalamnya, terutama yang berkaitan dengan pengalaman belanja. Retailer, baik yang early adopter maupun yang lebih senang mengamati, perlu memberi perhatian khusus pada perkembangan teknologi. Karena hal tersebut dapat memberikan dampak tersendiri kepada cara kita melayani pelanggan. Misalnya saja kehadiran contactless payment dan aplikasi mobile. Kemajuan teknologi sangatlah cepat dan terkadang tak terbayangkan. Jangan sampai ketinggalan dan kehilangan pelanggan hanya karena kita tidak bergerak cukup cepat dalam mengadopsi teknologi.
4. Jangan takut dengan pendekatan multichannel
Pendekatan multichannel hingga saat ini masih belum sepenuhnya dapat diterima oleh para retailer. Itu karena mereka takut jangan-jangan pendekatan multichannel justru akan “memakan” basis pelanggan yang ada saat ini. Mereka juga ragu apakah hal tersebut benar-benar dapat meningkatkan pendapatan.
Rasanya ketakutan ini tidak beralasan. Beralih pada pendekatan multichannel justru hal yang harus dilakukan oleh para retailer jika masih ingin bertahan di kancah persaingan 2-3 tahun lagi. Sekarang bukan saatnya lagi berpikir channel mana yang harus difokuskan, melainkan bagaimana mengintegrasikan semua channel menjadi sebuah proses belanja yang efektif.
5. Libatkan pelanggan dalam perencanaan Anda
Retailer seringkali sangat terfokus pada rencana-rencana mereka hingga akhirnya justru melupakan pelanggannya. Mereka lupa bertanya apa sebenarnya yang diinginkan oleh pelanggan. Mencari tahu apa yang diinginkan pelanggan secara berkala sangat penting dilakukan. Hal ini untuk memastikan apakah perubahan yang Anda lakukan untuk meningkatkan pengalaman belanja diterima dengan baik oleh para pelanggan.
Focus group, interaksi dengan pelanggan melalui media sosial, dan survei adalah beberapa cara untuk mendapatkan insight dari pelanggan. Insight ini sangat penting untuk menentukan strategi ke depan.
6. Konsisten
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan retailer adalah inkonsistensi antar channel. Misalnya saja pemberian potongan harga 20% untuk pembelian online, tetapi tidak ada potongan harga sama sekali ketika datang ke toko. Hal ini biasanya dilakukan untuk mendongkrak penjualan melalui salah satu channel. Tetapi hal ini tidak selalu berhasil.
Sebenarnya yang perlu dilakukan adalah tetap konsisten dengan apa yang ditawarkan. Setiap channel tentu memberikan pengalaman belanja yang berbeda. Kita hanya perlu memberikan perhatian lebih kepada hal ini. Nantinya pelanggan sendiri yang akan memutuskan mana yang lebih nyaman bagi mereka.
7. Tetap fleksibel
Akhirnya, di tengah turbulensi pasar, kita harus bisa fleksibel dalam merespon perubahan yang terjadi. Jangan pernah berhenti mengekplorasi pasar meski posisi Anda sudah cukup kokoh di sana. Anda juga perlu melakukan investasi, karena kalau tidak akan terjadi stagnasi dalam bisnis, atau lebih buruk, kemunduran. Namun, pastikan investasi yang dilakukan membuat Anda mampu beradaptasi dengan permintaan pelanggan dan kebutuhan pasar.

Artikel Menarik Lainnya:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...