Translate This

->
Showing posts with label Karna itu hormati Ibumu. Show all posts
Showing posts with label Karna itu hormati Ibumu. Show all posts

Saturday, April 7, 2012

Sayangi Ibumu!!

Syahdan, ratusan tahun yang lalu di bumi Iraq. Hiduplah dalam rumah sederhana dua manusia,
seorang ibu dan anak laki-lakinya. Usia anak laki lakinya sudah tidak muda lagi untuk melepas
masa lajangnya namun karna kecintaannya kepada ibunya yang seorang diri sudah sangat tua
maka ia mengurungkan niatnya itu.
Dia takut jika menikah nanti cintanya akan berpaling dari ibunya.
seperti biasa musim haji tiba, kaum muslimin dari dunia islam yang mempunyai kemampuanbaik
finansial, kesehatan dan seluruh biaya untuk perjalanan, berhaji ke tanah suci Makkah
Al Mukarromah.
Sang pemuda tadi juga menyimpan kerinduan yang bersembunyi di lerung hatinya akan
tanah suci Makkah. Kerinduan yang kadang kala padam dan kadang kala membara karna
pertimbangan izin yang mungkin sulit diperoleh dari ibunya yang sudah sepuh.
Ibunya yang sudah tidak kuat lagi untuk menanak nasi, tidak kuat lagi mencuci baju atau
bahkan sekedar mengambil teko air juga menjadi pertimbangan yang tidak kalah pentingnya.
Apalagi waktu untuk menempuh Makkah Al Mukarromah yang tidaklah pendek  untuk
ukuran zaman millenium ini yang semuanya berkarasteristik 'Speed', kecepatan.
Maklum transportasi yang menggunakan onta adalah pilihan termodern dan tertangguh
pada saat itu yang menawarkan kecepatan sekaligus ketangguhan dibandingkan dengan
berjalan kaki.
Malam malam dia lalui dengan gelisah karna memikirkan variabel tadi, dia habiskan malam
untuk berdoa dan mencari petunjuk dalam memutuskan hal rumit ini.
sampai akhirnya dia putuskan untuk meminta izin ibunya ;
" Bunda, kerinduan ananda kepada Makkah layaknya kaum muslimin tidak dapat
ananda simpan dalam hati. Karna itu izinkan ananda untuk pergi haji tahun ini.Ibunda!"
" Wahai Ananda. Usiaku sudah sepuh. aku juga tidak punya siapa siapa yang bisa
aku andalkan dalam hal yang paling sepele sekalipun kecuali kamu ananda.
tanganku sudah tidak kuat lagi untuk mengurusi tubuhku sendiri, kakiku sudah
kepayahan untuk berjalan . bisakah kamu urungkan niatmu itu"
Tanpa diduga anak semata wayang tadi menjawab ,
" Tidak ibunda, ananda harus berangkat tahun ini bunda karna kerinduan yang sangat
akan Baitullah sudah tidak dapat aku simpan"
Jawaban ini menjadikan hati sang ibu remuk, dan asanya tertiup angin di padang
pasir seakan menyayangkan keputusan anaknya yang meninggalkannya seorang diri
selama berbulan bulan tanpa seorang yang bisa melayaninya baik untuk urusan
dunia maupun akhirat.
Maka pergilah sang anak menuju Makkah dan sekejap kemudian hilang dari pandangannya.
Sang ibu meratap, menempelkan tubuhnya di pintu gubuknya, memandangi padang
pasir yang luas yang segera menelan bayang-bayang anaknya.
Hari demi hari dilalui sang ibu dengan penuh kesulitan baik jasmani maupun rukhani.
kerinduan yang membara akan hadirnya anaknya semata wayang yang menemani
nya di masa masa akhir hayatnya membuatnya menangis di setiap saat.
Di puncak kerinduan yang beradu antara sayang dan marah, rindu dan benci menyatu
dalam batinnya diapun berdoa:
" Ya Allah seperti dia menderaku dengan kerinduan maka deralah ia"
Doa yang sangat pendek untuk ukuran orang yang terluka batinnya, namun begitulah
keadaanya. lidahnya sudah tidak dapat meneruskan doanya.

Tidak berapa lama dari doa sang bunda, di suatu tempat yang terpisah ratusan kilometer jauhnya
dari gubuk ibunda. Tibalah anaknya di salah satu masjid di lingkungan masjidil haram di Makkah Al Mukarromah.
Dia melaksanakan sholat fardlu maupun sunnah di salah satu masjid kecil.
Pada saat yang sama seorang pencuri yang sedang beraksi ketahuan oleh khalayak
ramai menyelinap masuk ke masjid di mana sang pemuda sedang sholat.
Si pencuri cerdik tadi tidaklah berniat untuk bersembunyi di dalamnya, namun dia ingin orang
 menuduh satu satunya orang yang sholat di dalam masjid sebagai pelaku pencurian
,
karnanya dia menuyelinap keluar masjid kemudian bergabung dengan masyarakat yang sedang
marah untuk mengadili sang pemuda yang sholat tadi dan meyeret ke ruang eksekusi tanpa
dilakukan interogasi terlebih dahulu.
rupanya si pencuri cerdik tadi berhasil mempengaruh massa untuk menjadikannya tersangka tanpa
ada satu pembelaan pun dari sang pemuda tadi.
" Kamu adalah satu satunya orang yang ada dalam masjid ini, para saksi melihat pencuri masuk
masjid. karna itulah kamu satu satunya tersangka. kamu maling yang sok alim. kamu telah
melakukan pencurian yang sangat meresahkan selama ini.
aksi aksimu sudah tidak dapat kami tolerir. korban korban berjatuhan karna kejahatan mu"
dengan tuduhan pencurian berlapis lapis , sang pemuda dipotong kedua kaki dan tangganya, kemudian
matanya dicungkil dan diarak keliling kampung.
" Inilah hukuman bagi pencuri" teriak massa yang mengarak tubuh sang pemuda malang ini.
tiba tiba sang pemuda yang kelihatan tidak berdaya ini berteriak yang memecah kebisingan
massa tadi.
" Jangan kamu bilang begitu, tapi beritahu kepada orang kampung bahwa 'inilah balasan bagi
orang yang tidak berbakti kepada ibunya"
sesaat kemudian arak arakan yang akan dilaksanakan memutari desa dihentikan dan ditanyailah
sang pemuda tadi, suatu interogasi yang terlambat tentunya karna tangan tangan sudah tidak
dapat disambung lagi, kaki tidak dapat disusun kembali dan kedua matanya sudah tidak mungkin
disematkan kembali.
Suasana marah dari masyarakat berubah menjadi duka yang mendalam akan kesalahan mereka
mengadili sang pemuda yang sholeh tadi. betapa besar dosa yang akan mereka terima jika
bertemu dengan sang Khalik nanti.
"Permintaan ku hanya satu!" kata sang pemuda ingin mengakhiri kedukaan massa tadi.
"Antarkan kembali aku kepada ibuku"
karna rasa bersalah dari seluruh penduduk kampung , maka diutuskan satu kafilah yang akan
mengantarakan pemuda malang ini ke gubuk ibunya.
Setalah menempuh perjalanan yang panjang dan cukup melelahkan akhirnya sampailah kafilah
tadi di gubug ibunya.
" Apakah engkau sudah sampai ke gubuk dengan ciri ciri yang aku katakan"
tanya pemuda tadi dari atas tandu.
" Ya sepertinya kita sudah sampai ke gubug ibumu" Jawab kafilah tadi.
"  Kalau begitu tinggalkan aku sendirian " Pinta sang pemuda malang tadi.
(bersambung)




Honor your Mother!

What is interesting about the story of Harry Potter? 
children's novel has been filmed had slipped an interesting and touching scene: the power of maternal love.Voldemort - the most feared Dark wizard - suddenly lost all its power when it wants to murder a baby, having previously managed to finish off the baby's parents. Mystical world into an uproar over the witch's defeat. In fact, until the moments before his death, his mother is still trying to save Harry Potter when still the baby. 
Power of the love of a mother, even though the mother had died, been able to protect the child from harm. 
Apart from the story of Harry Potter, did you ever calculate how many liters of rice and what kind of food that has been cooked
 by a mother to her child, how many feet have been in-floor broom and mopped by a mother, how many   silence nights passed  by the mother when awake to his son, how many times the mother raised her hands when praying, and how much water flow when the bow eye of happiness and safety of their children pray. The mother has for years turned into a nurse for the disease coughs, colds, flu, smallpox, or just a leg wound from the fall. 
When a friend of the Prophet  circumambulating the Kaaba while carrying his old mother, he asked the Honorable Prophet , "Have i paid off all her hard work?" 
Glorious Apostle replied, "No!, Even to match the pain in childbirth was not paid off you!" 
In another language, if, again, suppose you have a mountain of gold and then you give it all along with all your other treasures  to replace all that has been done by a mother, surely that's not able to pay one night only moments of mother take care of you. It is never "enough", "off", "paid off" to return the love of a mother. 
We are disobedient to the mother if the mother lived in a small and leaked here and there, while we live in a comfortable place; we are sinful when we enjoyed a delicious lunch and full of nutrients while at other place our mother consuming only modest ; we are  sin when calculating the cost of school children and therefore avoid buying drugs for the mother who was sick, we considered the prodigal son when we are able to picnic or a walk with his wife, but always have an excuse not to visit or stay in touch to the mother (or a pilgrimage to his grave when the mother was dead).Do not use logic to submissive to the mother. Reply love with love. Why? Because "God lies in the pleasure parents's pleasure," that's our religion. 
How can we share our love for family, work, and also for the mother? The answer is: we never share love, but we always multiply. Greet the power of love the mother of the sincerity of our love; God willing - as illustrated in the story of Harry Potter at the top - love the mother will continue to protect our lives. 
As the prophet isa (Jesus , Peace be upon him)  when the people at that time was about to ask for clarification about his status to st Mary about the prophet Jesus, God Almighty said: 
32. and He (God) order me (jesus infant)  kind to my mother, and He does not make me a damned arrogant. 
The Dialogue when Jesus still infant was not recorded in ancient books of the Gospel or other book, because the Quran is the word of God's miracles , it recorded incidences of overt and hidden, this revelation (when Jesus answered the people)   pointsthat Jesus was blessed because of the prayer of a mother  (in this case ; St. Mary)... because he was human beings like us who need blessing and prayers of others, especially his mother called Mary, and later on the day of Judgement, he , Jesus, also will  stand up on makhsyar field with the other men and women nudily waiting for the decision of Allah almighty for questioning him about why humans worship him, whether he told those people to do so or others who manipulate the revelation. Yes he certainly will be questioned and he is definitely going to answer the following as to which the Word of God in the Quran "Al Maidah paragraph 116 



116. And (remember) when Allah said: "O Jesus son of Mary, is there anything you tell a man:" Take me and my mother two gods besides Allah?. "Jesus replied:" Glory to Thee, not for me to say what I have no right ( say). If I had said then surely Thou knowest what is in me and I do not know what that is in thee. Thou art the Knower of the unseen-unseen matter. " 
hopefully with a service to both our parents make us blessed by God, not a priest, not the prophets nor the sacred and holy place to get to the mother we will find blessing..but here or there close to you lied that blessing palace...a mother


"O Lord, forgive our sins and the sins of our parents, and spare them, as they have loved us as a child" 
Alllahummaighfirlanazunubana waliwaa lidaynaawarkhamhumakama robbayaanashighoro 

adapted by NurKholis from Nadirsyah hosein.

Sunday, April 1, 2012

Kekuatan Karamah Ibu



REPUBLIKA.CO.ID, Suatu hari ibunda As-Sudais memarahi anaknya. Dia berkata, “Minggatlah kamu, sampai kamu bisa menjadi Imam di Masjidil Haram.”

Dan benar, kini anak itu telah menjadi imam besar. Dialah Syekh As-Sudais, yang suara merdunya dapat kita dengar dan nikmati manakala kita menunaikan shalat di Masjidil Haram, Makkah. Bahkan suara indahnya itu juga kerap kita dengar melalui berbagai CD yang kini bisa dengan mudah kita dapatkan di Indonesia.

Mungkin di antara kita juga pernah mendengar seorang ibu yang marah kepada anaknya, “Pergilah jangan pulang sampai kamu bisa menggetarkan kerajaan ini.” Dan benar, anak itu bisa mengetarkan kerajaan, sehingga rakyatnya menyembah kepada Allah.
Dia itu adalah Raden Syahid, alias Sunan Kalijaga. Dua kisah di atas adalah dua contoh kekuatan karamah (kemuliaan) seorang ibu. Doa ibu dikabulkan Allah, bahkan marahnya pun bisa menjadi kenyataan.

Buku yang berjudul Karamah Ibu Mengagumkan ini memuat banyak sekali contoh tentang kehebatan dan kekuatan karamah seorang ibu. Penulis menegaskan bahwa ibu adalah manusia yang mengalir terus kasih sayangnya hingga tidak terbatas. Peran Ibu melampaui batas-batas kebiasaan manusia. Ibu sejati hanya punya satu niat yang tulus, yaitu ingin membahagiakan anaknya. Ibu sejati hanya punya satu tujuan yang tidak pernah berhenti untuk diperjuangkan, yaitu mengantarkan anak meraih mimpi-mimpinya.

Karena itu Allah memberikan karamah secara khusus. Allah memberikan kemuliaan kepada ibu, melebihi kemuliaan yang diberikan kepada ayah. Bukti karamah itu ialah bahwa ibu selalu bisa memberikan apa saja yang terbaik untuk anaknya. Ibu selalu ada untuk anaknya dan bisa menghadirkan keajaiban di saat anak-anaknya dalam bahaya.

Penulis juga mengemukakan bahwa ibu adalah agen rahmat dan kasih sayang Allah. Dari ibulah, semua makhluk mendapatkan rahmah dan kasih sayang. Ia juga mengajak para pembaca  buku ini untuk kembali kepada ibu dan meminta kasih sayangnya! “Kembalilah kepada ibu dan berbaktilah kepadanya! Pasti rahmat Allah akan segera diturunkan kepada Anda,” demikian pesan penulis.


Judul          : Karamah Ibu Mengagumkan
Penulis      : Saifuddin Aman & Sulaiman Shaqir
Penerbit   : Al-Mawardi Prima
Cetakan    : I, Maret 2012



Redaktur: Chairul Akhmad
Reporter: Irwan Kelana

Saturday, December 24, 2011

Hormati Ibumu.

Apa yang menarik dari kisah Harry Potter?
novel anak-anak yang telah difilmkan tersebut telah menyelipkan sebuah adegan menarik sekaligus mengharukan: kekuatan cinta seorang ibu. Voldemort --penyihir hitam paling ditakuti-- tiba-tiba kehilangan seluruh kekuatannya ketika ingin membunuh seorang bayi, setelah sebelumnya berhasil menghabisi orang tua bayi itu. Dunia Mistik menjadi gempar atas kekalahan penyihir tersebut. Ternyata, sampai detik-detik menjelang kematiannya, sang Bunda masih terus berupaya menyelamatkan Harry Potter yang masih bayi itu.
Kekuatan cinta seorang Ibu, meskipun sang ibu telah tiada, telah mampu melindungi sang anak dari bahaya.
Lepas dari kisah Harry Potter, pernahkah kita menghitung berapa liter beras dan berapa jenis makanan yang telah dimas
ak oleh seorang ibu untuk anaknya, berapa meter lantai telah di-sapu dan di-pel oleh seorang ibu, berapa banyak keheningan malam dilalui sang ibu yang terjaga untuk anaknya, berapa kali kedua tangan sang ibu terangkat ketika berdo'a, dan berapa banyak air mata mengalir ketika sujud mendo'akan kebahagiaan dan keselamatan anaknya. Sang Ibu telah bertahun-tahun menjelma menjadi perawat untuk penyakit batuk, demam, flu, cacar, ataupun sekedar luka di kaki akibat terjatuh.
Ketika seorang sahabat Nabi ber-thawaf mengeliling Ka'bah sambil menggendong ibunya yang sudah sepuh, ia bertanya pada Rasul yang mulia, "Sudahkah terbayar lunas semua jerih payah ibuku?"
Rasul yang mulia menjawab, "Tidak!, bahkan untuk menandingi rasa sakitnya saat melahirkan engkau pun tidak terbayar!"
Dalam bahasa lain, andaikan, sekali lagi, andaikan saja anda mempunyai gunung emas yang kemudian anda berikan semuanya berikut seluruh perbendaharaan harta anda yang lain untuk mengganti semua yang telah dilakukan oleh seorang ibu, niscaya itu semua belum mampu membayar satu malam saja saat-saat ibu mengasuh anda. Tidak pernah ada kata "cukup", "lunas", "terbayar" untuk membalas cinta seorang ibu.
Kita durhaka pada bunda bila bunda tinggal di rumah kecil dan bocor disana-sini, sementara kita tinggal di tempat yang nyaman; kita berdosa bila kita menikmati makan siang yang lezat dan penuh gizi sementara bunda hanya memakan seadanya; kita berdosa bila menghitung biaya sekolah anak dan karena itu menghindar membelikan obat bagi bunda yang tengah sakit; kita tergolong anak durhaka bila kita sanggup piknik atau jalan-jalan dengan isteri namun selalu saja punya alasan untuk tidak mengunjungi atau bersilaturahmi ke tempat bunda (atau berziarah ke kuburannya bila bunda telah tiada). Jangan gunakan logika untuk berkhidmat pada bunda. Balas cintanya dengan cintamu. Kenapa? Karena "Ridha Allah terletak pada ridha orang tua," begitulah ajaran agama kita.
Bagaimana kita bisa membagi cinta kita untuk keluarga, pekerjaan, dan sekaligus untuk ibunda? Jawabannya adalah: kita tidak pernah membagi cinta; tetapi kita selalu melipatgandakannya. Balaslah kekuatan cinta ibunda dengan ketulusan cinta kita; insya Allah --seperti diilustrasikan dalam kisah Harry Potter di atas-- cinta sang bunda akan terus melindungi kehidupan kita.
Sebagaimana nabi isaas yang ketika masyarakat pada waktu itu hendak meminta penjelasan tentang status anaknya maka nabi isa dengan kehendak Allah swt berkata
32. dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.
Episode berbicaranya nabi Isadalam ayunan inilah yang tidakada dalam kita injil atau kitab kitab kuno lainnya, karna alquran adalah mukjizat kalam Allah yang merekam kejadian terbuka maupun tersembunyi, poin wahyu Nya kepada Hambanya yang sholih isa almasiih adalah beliau mendapatkan keberkahan karna doa seorang ibu…karna beliau adalah manusia yang membutuhkan barkah dan doa orang lain terutama ibunya yang bernama Maryam dan kelak di padang makhsyar beliau juga berderert dengan para manusia lainnya dengan keadaan telanjang tanpa busana menanti keputusan yang maha dahsyat Allah swt untuk ditanyai tentang kenapa sebagaian manusia mempertuhankannya, apakah karana beliau menyuruh atau orang lain yang memanipulasi wahyu. Ya beliu sudah pasti akan ditanyai dan beliau sudah pasti akan menjawab sebagai berikut sebagai mana Firman Allah dalam Al Qur’an” Al maidah ayat 116



116. Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?." Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib."
semoga dengan bakti kepada kedua orang tua kita , menjadikan kita diberkati oleh Allah, bukan kiyai,bukan para nabi bukan pula orang suci tempat mendapatkan keramat dan berkat.tapi kepada ibu kitatempat kita mencari


"Ya Rabb, ampuni dosa kami dan dosa kedua orang tua kami, dan sayangilah mereka sebagaimana mereka telah menyayangi kami sewaktu kecil"
Alllahummaighfirlanazunubana waliwaa lidaynaawarkhamhumakama robbayaanashighoro

disadur dari Nadirsyah hosein.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...