Translate This

->
Showing posts with label opini. Show all posts
Showing posts with label opini. Show all posts

Thursday, August 23, 2012

GNB di Teheran: Antara SBY dan Ban Kii Moon.


Jauh hari sebelum acara konfrensi Non Blok digelar di Teheran pada akhir Agustus ini , Iran sudah mengutus Wapresnya Ebrahim Azizi untuk mengundang secara langsung presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono agar menghadiri konfrensi negara-negara yang tidak menganut blok manapun.
Berbeda dengan dengan pemimpin Indonesia, beberapa pemimpin kelas dunia sudah memutuskan untuk menghadiri acara tersebut seperti Korut,India, Mesir dan bahkan sekjen PBB Ban Kii Moon. Sikap pemimpin Indonesia tak ubahnya seperti dalam menghadapi hal hal krusial dalam negri yang selalu “loading”  (istilah per-hp-an). Loading ini akan bertambah parah mana kala disusupi pertimbangan yang bisa mencederai hubungan baik dengan sang Paman, Sam. Padahal undangan ini sudah disampaikan secara langsung pada  hari Jumat, 22 Juni 2012 , seharusnya sudah dapat memutuskan tentang kehadiran dan tidaknya hari hari kemarin sebelum pemimpin negara lain memutuskan karna Indonesia nampaknya mendapat perlakuan khusus dari Iran dan kabarnya staf-staf yang akan meningkatkan hubungan bilateral juga sudah disiapkan oleh Iran.
Berbeda dengan konfrensi GNB di tempat manapun di dunia yang mendapat sambutan hangat dari Amerika dan anak emasnya Israel, GNB kali ini mendapatkan sorotan serius dari kedua negara ini  yang tidak menginginkan Iran mendapat angin segar untuk menuai dukungan atas program nuklir dan segudang masalah yang dihadapi Iran karna aksi sepihak yang dimotori oleh dua negara ini.
Meski kental dengan rivalitas sengit , keputusan mengejutkan datang dari Sekretaris Jendral PBB Ban Kii Moon yang akan menghadiri KTT ini keputusan  mana menjadikan Israel dan Amerika kebakaran jenggot. Tentangan sangat keras datang dari Netanyahu , perdana mentri Israel yang mengusuh dalih bahwa Iran tidak mengakui adanya Holocaust dan bahkan menyangkal keberadaan Israel. Namun Ban menolak dalih Israel tersebut bahwa t idaklah bijaksana untuk tidak menghadiri KTT ini karna Iran adalah anggota organisasi International yang dipimpinnya dan tidak menghadiri KTT ini bukanlah pilihan yang tepat
Tak bisa dipungkiri, Iran memang menaruh harapan besar  kepada Indonesia untuk sama-sama menjadi pioner dalam menghadapi hegemonitas Amerika dan ketidakadilan yang dimainkannya di kancah dunia. Beralasan pada beberapa kesamaan latarbelakang agama dan budaya serta sama-sama menjadi founding fathernya GNB yang membidani kelahirannya di kala perseteruan blok barat dan timur memanas pada beberapa dekade sebelum era Millenium, hal ini tidaklah berlebihan. Justru akan terdengar aneh jika menjadi pengekor salah satu blok sedangkan keikutsertaan di dalam GNB tidak ditanggalkan sehingga identitas menjadi jelas “totally inside or outside”.
Di luar memanasnya pro dan kontra GNB kali ini , yang pasti akan menjadikan Amerika dan Israel panas dingin sambil melihat detak jam agar hari-hari dilaksanakannya KTT ini cepat berlalu agar sesak di dada pempimpinnya ini terlepas bebas.
Beyond that..keputusan SBY untuk hadir dan tidak akan memperjelas “loading”itas yang selama ini selalu menjadi tontonan yang membosankan.
Nurkholis Ghufron

Thursday, August 16, 2012

Iedul Fitri di Amerika…Habis Sholat Masuk Kerja

Kakak Saya,Mashuri , ketika sholat di Newyork

Sejak tahun 2008 saya mengamati masalah Iedul fitri di Amerika ini. Kadang kala saya menelpon kakak saya yang kebetulan bekerja di sana. Meski kakak saya selama di Indonesia tidak terlalu relijius namun ‘iman’ nya justru mengalami perbaikan ketika hijrah ke negri yang mana Islam menjadi minoritas. Nampaknya interaksi antar pekerja muslim dan kesulitan  yang harus dialami ketika jauh dari keluarga menjadikannya sadar akan makna spiritualitas.
Yang menjadikan saya kagum adalah ketika di Indonesia dengan rentang waktu puasa yang hanya sekitar 14 jam sampai lima belas jam beliau sering bolong bolong alia ‘mokel’ dalam bahasa jawa (maaf bukan sara), namun ketika saya mengkonfirmasi berapa lama Muslim Amerika menjalani puasa ,maka jawabannya adalah 19 jam!. terpaut sekitar  4-5 jam dengan Indonesia. Saya tanya apa kuat puasa? . beliau jawab
” Alhamdulillah.”
Sungguh ini menunjukkan keadilan Tuhan.Tuhan tidak akan membebani hambaNya melebihi kekuatan makhluq Nya.Walaupun menjadi Kuli di negri orang dengan lama puasa yang lebih dari 15 jam perhari ,kenyataannya adalah tidak menghentikan aktivitas seberat itu. Tidaklah  berlebihan jika Hakeem Olajuwon selalu mempertahankan puasanya walaupun dalam laga tersengit sekalipun karna dia mempunyai keyakinan bahwa Ramadhan adalah anugrah luar biasa bagi Muslim danRamadhan bukanlah bulan untuk memandulkan aktivitas,  sayang untuk ditinggalkan hanya karna mengejar prestasi dunia. Bagi penonton di lapangan basket ketika Hakeem berlaga dengan cantik dan menawannya sama sekali tidak menyadari bahwa dia mengalahkan seluruh pemain lawan dengan tetap mempertahankan makan dan minum selama 19 jam!.
Ketika ritual puasa Ramadhanitu selesei,maka berbondong bondonglah jutaan Muslim Amerika ke tempat tempat di mana sholat Ied dijadwalkan untuk dilaksanakan. Wajah wajah kulit hitam berbaur dengan kulit putih tanpa canggung. Terlihat dengan jelas imigran dari negara negara Muslim yang sedang berkembang seperti Srilangka, Pakistan , India , Indonesia dan masih banyak lagi memenuhi  ruangan tertutp dan terbuka yang telah disiapkan untuk pelaksanaan sholat Ied ini.
Apa yang menjadi perbedaan non fisik dari pergerakan pergerakan ke arah pelaksanaan ibadah di Amerika dan di Indonesia  adalah militansinya yang bisa mengalahkan militansi pemeluk islam di mayoritas negara berpenduduk Muslim. Bayangkan  saja, dengan perayaan yang begitu sakral setelah sebulan penuh berpuasa yang melebihi waktu di negara negara tropis mereka tidak memprotes negara Adidaya tersebut atas pemberlakuan hari masuk kerja. Betapa kuatnya mental mereka! betapa militannya mereka! Muslim sekarang menjadi minoritas ke dua bro !! benar…Muslim telah menyalip Yahudi  dalam jumlah pemeluknya. Muslim Amerika telah setara dalam prosentase dengan Katolik Indonesia bahkan lebih yakni 3 - 5 prosen dari total penduduk Amerika. Namun manakah yang lebih baik perlakuannya terhadap minoritas…Indonesia yang kerap disebut pelanggar Ham atau Amerika yang disebut “Dewa Ham”.
Kabarnya mereka harus berpacu dengan waktu ketika habis menunaikan sholat Iedul fitri.Yang saya tidak habis fikir adalah..kalau tempat sholat Ied itu dekat dengan tempat kerja tak masalah tapi di sana bahkan harus menempuh perjalanan 2 jam ke tempat sholat Ied bandingkan dengan kita yang hanya 1-5 menitan sudah sampai. Betapa militannya Muslim di Amerika!. Muhammad Ali ketika pensiun dan menderita Parkinson Syndrome mengatakan bahwa dia tidak membutuhkan simpati dan dia hanya ingin menerima kehendak Allah. Pada kenyataannya, dia berkata tidak ada idola dalam Islam dan itu mungkin karena dia telah dijadikan idola oleh berjuta-juta orang, Allah merendahkannya untuk mengingatkannya pada kenyataan bahwa tak ada seorang pun yang lebih hebat dari Allah.
OOh betapa militannya Muslim Amerika…
Nurkholis ghufron

Mendadak Reliji


Istilah mendadak dangdut menjadi begitu populer dalam beberapa tahun yang lalu meskipun sekarang sudah meredup. Saya sebenarnya merasa aneh dengan istilah itu pada waktu waktu pertama mendengar sebelum booming.Aneh gitu loo.. Karna biasanya setelah kata mendadak itu penjelasan dengan kata sifat yang bermakna ekstrim. Misalkan ada orang miskin maka kata mendadak akan berdampingan dengan  kata kaya.Misalkan dalam kalimat sebelumnya ada orang suka bicara maka kata mendadak akan berdampingan dengan kata diam. Itulah ekstrim yang saya maksud. Lha ini “mendadak dangdut”,apa yang ekstrim dari kat a dangdut wong sebelum sebelumnya juga suka dangdutan..tapi boleh juga..apa  yang gak mungkin dalam hidup sekarang.Bahasa Indonesia pun akan mengikuti perkembangan jaman.
Apa korelasi antara mendadak dengan Ramadhan yang selalu menjadi  topik romantis  di pelbagai media massa. Korelasinya adalah ‘mendadak reliji’. Apapun aksesoris yang berbau agama sebelu Ramadhan tidak begitu laku dijual maka dalam bulan Ramadhan itu menjadi laris manis…itulah Mendadak reliji. Istilah ‘islami’ yang kadang sulit meluncur dari bibir para artis namun dalambulan ramadhan ‘mendadak meluncur’, jilbab yang enggan membalut tubuh para artis , pada bulan Ramadhan mendadak membalut. Bahkan Pak Jokowi pun mendadak umrah…hehe jangan sampai kebakaran jenggot ya penggemar pak Jokowi.
Eith…apa fenomena mendadak seperti ini berarti perlu dikritisi dengan melabeli negativ?? nggak juga. Mendadak seperti diatas adalah baik selama dibarengi dengan  kontinyuitas pasca Ramadhan dan bukan  hanya lipstik semata. Buktinya saya juga pada tanggal 11 Agustus 2012 “Mendadak Kompasiana”…..
Nurkholis Ghufron

Sunday, July 15, 2012

Dan Suu Kyi Pun Diam Atas Pembantaian Muslim Rohingya


Muslim Myanmar di bawah todongan senjata.

Korban anak anak tak berdosa. Sungguh kekejaman yang tidak bisa diampuni.

Mayat seorang Muslim.

Bahkan jalananpun menjadi tempat penjagalan

Muslimah Burma menemui kesyahidan Insya Allah.


Dulu ketika menjadi orang tertindas di Myanmar, Suu Kyi dibantu habis habisan oleh Amerika dengan alasan Ham. Karna alasannya adalah rasional maka tidak banyak negara yang menaruh curiga atas Suu Kyi. Namun ketika berkuasa padahal baru saja naik tahta, dia sudah menunjukkan tanda tanda menjadi kawan Amerika dalam tindak tanduknya. Sebagai bukti awal adalah, Suu Kyi ternyata diam seribu bahasa atas tindakan kejam yang dilakukan oleh militer terhadap Muslim Rohingya. Pembantaian yang mirip etnik cleansing ini telah lama disiarkan oleh media massa internasional namun sepi dari tanggapan bahkan kaum Muslimin pun seakan tidak mengganggap mereka sebagai bahasan yang populer. Isu isu timur tengah telah menutup kekekajaman yang tak kalah hebatnya dan tidak menutup akan berlanjut jika komunitas Islam dunia dan Indonesia khususnya yang biasanya sangat sensitif atas isu Israel dam Palestina diam seperti yang dilakukan Suu Kyi dan tidak melakukan tindakan agar masalah ini mencapai penyeleseian menuju akar masalah.
Harapan saya lewat blog ini adalah marilah kita mencegah pembantaian Muslim Rohinggya ini dengan semampu kita dan sesuai dengan kapasitas kita. Dan semoga Allah mendatangkan bala bantuan baik yang terlihat maupun tidak terlihat degnan mata telanjang.Amin.
Satu kata mari selamatkan walau satu nyawa!!!, sayakan gak bisa berangkat ke sana...mudah saja ..mulai nanti malam mari biasakan sholat shubuh berjamaah dengan membaca qunut nazilah yang doanya kita khususkan kepada mereka dan umumnya untuk seluruh Muslim di dunia. Sekecil apapun kontribusi anda dan dimanapun anda berada Allah pasti menjemput niat anda dan mewujudkannya menjadi malaikat malaikat yang menolong mereka dan mengembalikan kepada Anda ketika di akhirat nanti sebagai amal sholih Insya Allah. Karna Allah hendak menguji siapakah diantara kita yang menanam kebaikan sesuai dengan kemampuan masing masing.

16. Ya bunayya innaha in taku mithqala habbatin min khardalin fatakun fee sakhratin aw fee alssamawati aw fee al-ardi ya/ti biha Allahu inna Allaha lateefun khabeerun

16. "O my son!" (said Luqmān),
"If there be (but) the weight
Of a mustard-seed and
It were (hidden) in a rock,'
Or (anywhere) in the heavens or
On earth, God will bring it
Forth: for God understands'
The finest mysteries, (and)
Is well-acquainted (with them).
Wahai anakku!( kata Luqman)" Jikalau sekiranya ada kebajikan seberat biji sawi dan dia berada tersembunyi pada bebatuan atau dimanapun di langit dan di bumi. Allah pasti akan mendatangkannya. Sesungguhnya Allah Maha Lembut dan Maha Mengetahui.

Karna itu mari kita berdoa dengan sepernuh tenaga, apalagi ramadhan segera tiba di mana doa doa mudah dikabulkan. Amin..


Nur kholis Ghufron

Kehebatan Rudal Iran Mihrab.


Rudal Mihrab siap ditembakkan dari kapal perang Iran Jamaran.


Mihrab artinya 'altar' sedangkan rudal Mihrab adalah rudal dari permukaan ke udara yang dirancang oleh Insinyur lokal Iran dengan jangkauan 200 km dan memakai bahan bakar padat yang menjadikannya fast, ready dan akurat menuju target yang lebih detil.  Rudal ini diprogram dapat mengubah arah lintasan ke target baru jika ada gelombang radio yang mencoba mengganggunya dan menghancurkan sumber gangguan tersebut. Dalam latihan yang bersandi velayat 90, rudal ini ,berkat dari tubuhnya yang berlapis bahan khusus untuk menyerap gelombang sehingga dapat menyembunyikan diri alias siluman dari radar radar canggih buatan barat yang otomatis menjadi ancaman berat bagi kapal induk Amerika yang melintasi selat Hormuz ditambah dengan kecepatan dari rudal ini yang mencapai 2 kali kecepatan suara menjadikannya sulit diintersepsi oleh rudal pencegat semisal 'patriot' yang terbukti gagal dalam menghitung dengan akurat program kecepatan missil yang diluncurkan dalam menghancurkan rudal Scud Iraq pada perang teluk Walaupun era "Patriot" telah habis dan digantikan dengan System pertahanan anti-missile Aegis, namun tidaklah bisa menjamin bisa bertahan dari hajaran Mihrab dalam jumlah yang lebih banyak, cepat, akurat dan mematikan.
Saran saya kepada kementrian pertahanan Iran agar menfokuskan diri untuk memperbanyak varian dari missil Mehrab ini secara khusus menjadi Mehrab 1 untuk jarak 200 km, Mehrab 2 untuk jarak 500  dan Mehrab 3 untuk jarak 1000 km. Kelebihan rudal ini dalam kecepatan, kecanggihan,keakuratan dan kesilumannya menjadikannya patut menjadi tulang punggung kapal kapal perang Iran agar mampu bertarung mati matian di lautan lepas meski melawan kapal Induk sekalipun. Untuk itu setidaknya satu kapal perang Jamaran sudah bisa dimuati sekitar 1000 rudal Mihrab untuk sekali angkut. Karna itu 'launch pad'  yang dioptimisasi perlu digandakan di setiap kapal perang Iran ini atau diproduksi 'single launch pad for multiple missiles', sehingga nantinya satu kapal perang Iran bisa menembakkan 5 atau lebih missile sekaligus dalam satu waktu.
Yang menjadi kesulitan dalam hitungan perang Amerika adalah, jikalaupun kapal induk dikerahkan dengan massiv namun karna rudal ini dengan mudah dapat digandakan sendiri di dalam negri dengan jumlah yang lebih mengerikan semisal 1 juta rudal mihrab, maka kapal induk Amerika bisa menjadi ajang latihan tembak yang 'live' dan nasib dari jet tempur Amerika yang kadung terbang bisa merana di udara berputar putar mencari landasan yang lain yang boleh jadi nasibnya sama, nasib mujur jika bahan bakar cukup untuk mencari landasan yang aman.
Saya ingin menyampaikan kepada pemimpin Iran, dari yang tertinggi yakni yang saya hormati Ayatollah Seyyed Ali Khamenei sampai rakyat jelata suatu dukungan moral terhadap bangsa Iran agar sabar dalam bertahan menghadapi embargo dan tekanan yang disponsori oleh Amerika ini dan jangan sekali kali perang kecuali kemenangan sebagai tujuan demi meninggikan kalimat illahi, karna kemenangan menjadi tujuan maka persiapan dengan rudal yang paling canggih, akurat dan mematikan perlu diperbanyak lagi.  Sehingga dengan keakuratan ini, mengurangi korban sipil yang tidak berdosa dalam perang dan mendapatkan lebih banyak kawan dari fihak musuh apalagi bisa memeluk Islam sebagai wujud dakwah kepada Non Muslim. Akurat, akurat dan akurat. Jangan sampai satu rudal pun meleset dari target yang telah direncanakan baik yang terprogram maupun manual.




Nur Kholis Ghufron

Friday, July 13, 2012

Tomcat: Beda Indonesia dan Beda Iran


Iranian Tomcat

Indonesian Tomcat

Tomcat adalah pesawat perang yang menjadi andalan US Navy dalam beberapa dekade yang lalu. Kehebatan Tomcat sempat didongkrak oleh film Hollywood yang dibintangi oleh Tom Cruise pada era tahun 90 an, Top Gun. Sebagai sahabat Amerika, Iran yang pada waktu itu dipimpin oleh Mohammad Reza Pahlavi, Kerajaan Syah mendapatkan prioritas supply senjata dari negri Paman Sam. Perlu digarisbawahi bahwa tidaklah mudah untuk mendapatkan paket pembelian senjata massiv total mencapai 80 pesawat meski hanya 79 yang dikirim terutama Pesawat yang menjadi tulang punggung angkatan laut Amerika ini dengan perbagai pertimbangan baik itu politik maupun militer. Adalah suatu keanehan memang bagi negara yang menyeleksi dengan amat sangat ketat produk senjatanya bahkan ke tingkat embargo suku-cadang hanya gara gara berbeda pendapat masalah cara pandang dalam HAM, malah memberikan senjata pamungkas kepada negara yang baru saja menjadi teman akrab tanpa berfikir jauh ke depan setelah pemimpinnya berganti baik konstitusional maupun dengan kudeta. Itulah Iran, negara yang beruntung itu.
Paman Sam tidak menyangka setelah semua proses pengiriman selesei dan pelatihan pilot da co-pilot ke tingkat yang hampir sama dengan kemampuan pilot Us Navy malah terjadi "malapetaka" dengan digulingkannya Reza Pahlewi dan dipaksa menyerahkan kekuasaan kepada Khameini yang menandai dimulainya Revolusi Islam Iran. Karna frustasi dan marah, maka disulutlah perang yang seakan dipaksakan oleh Paman Sam  dan sekutunya untuk menjatuhkan Iran melewati tangan Irak yang pada waktu itu dipimpin oleh diktator Saddam Hussein. Irak menjadi anak emas Paman Sam dan sekutunya dan mendapatkan seluruh senjata baik yang boleh digunakan dalam peperangan maupun yang dilarang dalam konvensi Jenewa. Apapun kesalahan Saddam , Amerika tutup mulut. Dalam perang face to face melawan pasukan Iran di udara yang dikenal dengan 'dog fight' ,  Angkatan udara Irak dipaksa kalah telak karna superioritas Tom Cat dalam pertarungan udara melawan jet jet Irak yang pada waktu itu mengandalkan jet bikinan Rusia. Kemenangan di udara ini juga menaikkan moral tentara Iran yang bukan hanya terdiri dari militer ( pengawal revolusi ) ansich namun gabungan dengan sipil dibawah arahan langsung spiritual pemimpin besar Iman Khomeini yang terkenal sangat militan itu dan tidak mengenal takut menghadapi kematian. Akhir skenario, dua negara bertetangga yang sama-sama muslim ini menghentikan peperangan setelah jutaan rakyatnya menjadi korban kebiadaban perang.
Benang merah yang bisa kita ambil adalah bahwa Tom Cat telah menjadi representasi dari petuah senjata makan tuan terutama bagi Amerika yang menjadi produsen burung besi ini. Semua itu tidak terlepas dari kebijaksanaan pemimpin besar   Revolusi Imam Khomeini yang meski memusuhi Amerika namun tidak membutakan logika. Sedari Awal revolusi keberadaannya dipertahankan dan terbukti pesawat -pesawat tersebut dengan gagah berani membela negara Persia ini dari ancaman luar , sampai sekarangpun pesawat-pesawat tersebut masih menjadi andalan Angkatan Udara Iran IRIAF dan dengan arahan beliau pula, proses upgrade dan perudalan dengan menggunakan sumberdaya lokal menjadi tulang punggung dalam bertahan  menghadapi embargo selama 33 tahun dan mempertahankan pesawat yang semakin hari akan semakin lapuk dimakan usia tanpa ketergantungan dari produsen asalnya. Tak ayal lagi, produsen asal yang nota bene musuh bebuyutan akan memutar otak dalam mengalkulasi seberapa canggihnya Tom Cat sekarang dibandingkan dengan Figther terbaru Sehingga dengan berkah  Allah Swt, skenarioNya telah terpenuhi yakni melawan keganasan hegemony Amerika dengan produk ciptaan Amerika sendiri.  Itulah Iranian Tom Cat. Beda dengan Indonesian Tom cat, yang merupakan ulat bulu yang menyerang beberapa wilayah di Jawa khususnya di Jawa Timur dan sekitarnya. Tom cat yang menyerang Jawa Timur ini telah menjadi momok masyarakat karna menyebarkan penyakit gatal yang hebat sampai kelihatan bentol bentol karna bisa yang disemburkan beracun. Harapan saya dengan perbandingan ini adalah, kita sekarang dengan mudah mendapat suply senjata dari Amerika walaupun tidak sama persis yang terjadi pada Iran, kalau Iran pada waktu itu menerima paket dalam keadaan terbungkus plastik alias baru, namun kita menerima F 16 dalam keadaan sudah bekas pakai dan kabar yang saya dengar membutuhkan biaya maintance yang tidak sedikit agar keadaannya bisa layak terbang. Setidaknya kita bisa memanfaatkan momentum kedekatan kita dengan Amerika sebaik mungkin untuk mendapatkan pesawat terbaru yang menjadi tulang punggung dari US Navy. Semua tidak mustahil karna pemerintahan RI sudah menjadi karib Amerika terutama dalam perang melawan terorisme yang digaung-gaungkan Amerika dan satu hal , bukanlah pesawat bekas yang boleh jadi menjadi besi tua jika kita tidak siap dengan 'jiwa mandiri' seperti yang dicontohkan oleh Iran kalau kalau sewaktu waktu terjadi perubahan kebijakan di White House terhadap Jakarta ke arah yang lebih buruk.




Nur Kholis Ghufron

Friday, July 6, 2012

Rahasia Rizki: Partai kecil Vs Partai besar


Setelah sholat Jumat tepatnya pada tanggal 6 Juli 2012 saya kebetulan ke salah satu kantor cabang BRI. Di kursi depan saya lihat ada wanita menenteng tas yang kebetulan nasabah Bank BRI. Saya tertarik membuka suatu dialog karna saya duduk tak jauh dari kursi tempat saya mengantri alih alih menghilangkan kebosanan saat antri.
"Ibu jualan apa" Saya bertanya kepadanya.
" Jualan Pocari" Jawab wanita setengah baya tadi.
" Berapa untung setiap harinya??" Tanya saya agak selidik.
" Nggak pasti" Jawabnya.
" Nggak penting pasti, yang sudah terbiasa dapat berapa?" Saya mendesaknya.
" 50 ribu pak" akhirnya menyerah juga buka kartu.
" Dimana anda berjualan?" Saya penasaran ingin mengetahu lebih detil.
" Di Pasar sapi Legian." Dia menerangkan.
" Apa saja yang anda jual dengan keuntungan segitu?, Anda bawa mobil untuk bawa dagangan anda" nampaknya saya yang terus aktif mencecarnya dengan pertanyaan.
" Tidak Ya hanya bawa tas ini yang kadang kadan bawa Pocari 10 buah kadang kadang 15 atau 16 buah paling banyak" Wanita tadi mulai terbuka untuk menjelaskan detil dagangannya.
" Berapa anda Jual di sana ? dan harga tokonya berapa?" Saya keheranan dengan tas ampet yang kecil berisi beberapa buah pocari.
" Saya jual 10.000 per biji, harga tokonya berkisar 4500-5000" Wanita tadi menerangkan harga jual dan beli.
" Wah besar sekali untungnya bu, padahal untuk mendapatkan keuntungan segitu bagi toko besar bisa bisa menjual 25 doz Pocari dengan perhitungan satu doznya dapat untung 2000 rupiah. " Saya mengomentari untung dagangannya dibanding partai besar yang dengan modal puluhan kali dengan keuntungan yang hampir sepadan.
" Ya pak , biasanya kalau para pelaku makelar sapi bisa menjual dengan untung, mereka tidak hitung-hitung karna uang nya uang panas...."
" Wah nyimpannya pakai dompet apa ya?" Saya ajukan teka teki.
" Ya dompet biasa pak" jawabnya keheranan.
" Kan uang panas, leleh donk dompetnya kalau dompet biasa". Saya jelaskan teka-teki saya.
" Gerrr"
Pembaca yang budiman!! itulah rahasia rizki yang Allah berikan kepada hamabNya dalam berbagai varitas.



Nurkholis Ghufron

Tuesday, July 3, 2012

Menguji Ketulusan Pelaku Syariah


Para pelaku syariah seriang kali mengangkat semacam motto "Mudharabah" atau saling pukul dalam definisi bahasa literal. makna 'mudharabah' secara istilah adalah berbagi dalam laba dan rugi.
Jikalau usaha yang telah disepakati bersama menghasilkan untung maka masalah tidak muncul kalau pelaku usaha jujur. Namun jika usaha yang telah disepakati bersama mengalami kerugian dan pelaku usaha tetap jujur maka mungkin akan menimbulkan masalah bagi investor. Karna bagaimanapun Investor tadi akan mengungkapkan sumber keuangan dari bank yang mempunyai tanggungan bunga dan ongkos ongkos kredit lainnya.
Inilah saya mengatakan bahwa dengan ruginya usaha yang sudah dijalani dengan benar akan menguji ketulusan pelaku syariah apakah akan tetap mengatakan bahwa syariah itu metode bank Islam yang baik ketika usaha yang dibidani harus rugi dengan konsekwensi dibagi dua sesua prosentase yang telah disepakati di muka.


Nurkholis Ghufron

Monday, July 2, 2012

Embargo Uni Eropa Bak Unas (Ujian Nasional) Bagi Iran.


The last but not the least. Ujian demi ujian telah dilalui oleh bangsa Iran dengan gagah berani sedari kemenangan revolusi Islam di Iran yang mengantarkan Imam  Khomeini kembali ke kampung halaman setelah berada di pengasingan bertahun tahun menunggu kesempatan untuk menggulingkan pemerintahan otoriter Syah yang berkuasa di Iran waktu itu . Kemenangan revolusi Islam Iran pada tahun 1979 adalah sumber dari kedengkian Amerika dan sekutunya yang kemudian di masa mendatang terus menerus mengerahkan segala daya untuk menguji bangsa Iran dengan berbagai tekanan. Ujian itu berlangsung terus menerus tanpa henti sampai sekarang ini, kemenangan dan  kekalahan silih berganti. Kemenangan dijadikan amunisi untuk meraih kemenangan berikutnya sedangkan kekalahan dijadikan lahan untuk intropeksi , konsolidasi dan reposisi tanpa merubah orientasi yang sejak dulu kala menentang hegemoni Amerika dan sekutunya.
Perang selama 8 tahun melawan Iraq yang didukung sepenuhnya oleh barat yang  mendapat suply senjata  nyaris tidak terbatas dapat di patahkan  setelah perjuangan yang melelahkan dan memakan korban sipil jutaan jiwa . Iran telah  'menetralisir' pasukan Saddam Hussein yang terkenal bengis dan sadis itu.
Kesuksesan Iran dalam meredam laju pasukan Saddam berbuah tekanan balik terhadap fihak Iraq  yang cukup mematikan sehingga diakhirinya perang dengan status draw  menurut analis barat dan kemenangan bagi pendukung Iran. Namun anehnya, walaupun mereka menilai IRan tidak menang, barat menganggap missi 'terminasi' kepada negri para Mullah ini 'incompleted' dan masih harus ditindaklanjuti dengan oprasi yang mungkin tak kalah konfrontatif dibanding dengan oprasi Tabaz yang penuh dengan kegagalan karna adanya "invisible hand"  dari Tuhan yang tiada henti menolong bangsa Iran.
Embargo terhadap Iran yang dimulai sekitar tahun 1979 adalah bukti missi yang tiada henti dari As dalam rangka menghancurkan negri para Mullah ini.
Hari ini , effektif  tanggal 1 Juli 2012 kita menyaksikan bersama dengan mata kepala kita akan adanya konspirasi global yang dipimpin oleh Amerika dengan menggulirkan embargo totalitas minyak iran yang dimulai dari Uni Eropa dan tentunya sang tuan , Amerika serikat  dengan menggandengan seluruh negara yang pro Amerika di seantero dunia. Ibarat gigi persneleng , Ini adalah full speed nya dibanding dengan yang dulu-dulu walaupun orang tua kita di tahun 80' an yang pro Iran  sudah ketar ketir tidak ingin melihat-nya kalah dalam konfrontasi ini namun ternyata apa yang terjadi pada Iran di masa lalu itu belumlah berakhir dan akan terus berlangsung sampai finish untuk menentukan siapa yang menjadi pecundang dan siapa yang menjadi pemenang.

Iran "alone" again, but alone not means looses.


Kalau dinilai dengan fair dan proporsional , sebenarnya Amerika sering kali kalah dari pada menang melawan Iran. Sebagai adidaya, tidak layak meninggalkan secara terburu buru misi Tabaz pada oprasi "Cakar Elang" dalam rangka menyelamatkan sandera di Teheran. Sandera justru diselamatkan lewat perundingan yang alot dengan mediasi Aljazair selama 444 hari. Ternyata hebatnya persenjataan Amerika tidak mampu menusuk keberanian bangsa Iran. Sebagai adidaya, tidak layak disebut pemenang dengan  mengajak negara yang hampir separuh bumi untuk  melawan negara yang hampir bisa disebut sendirian kalaupun disokong, Iran hanya 'ditemani'  oleh Hizbullah dan Hamas yang notabene bukan negara namun sekelas faksi dan militan , dengan demikian sekitar Iran sudah dapat ditaklukkan oleh Amerika dengan berbagai serangan ala cowboy, bujukan, adu-domba dan rayuan untuk melakukan permusuhan terhadap Iran baik dengan terang terangan maupun secara halus walaupun mereka sebenarnya melakukan dengan setengah hati.
Embargo kali ini bak Unas bagi Iran, jika Iran mampu melalui dengan baik maka sudah seharusnya jiwa pemenang ini disematkan pada bangsa yang tidak kenal menyerah dalam melawan hegemonitas Amerika dan  sekutunya, sedangkan negara sehebat Unisoviet yang jauh lebih hebat dari pada Iranpun sekarang tidak mampu menyaingi Amerika , baik dalam senjata, keberanian ,diplomasi dan jumlah kawan dalam kancah percaturan hegemonitas dunia.

Pertarungan kali ini adalah bukti bahwa 'david' bisa mengalahkan goliath bukanlah isapan jempol legenda yang ada dalam kitab kuno ataupun sejarah yang sudah berlalu yang telah ditutup lembar bukunya, sekarang pun di zaman yang sangat maju di mana  kita hidup bisa juga menyaksikan pertarungan yang tidak kalah spektakuler dari kisah ini di masa lampau.
Jikalaupun Iran menang, maka kita tidak heran karna Nabi Muhammad Saw sudah mengisyaratkan dalam haditsnya bahwa walaupun seluruh manusia berkumpul untuk memberikan mudharat (bahaya) kepada seseorang namun jika Allah menghendaki manfaat maka segala upaya kaum tersebut untuk membahayakan justru akan berbalik menjadi manfaat. Embargo terhadap Iran telah terbukti menjadikan Iran menjadi bangsa yang bersatu, mandiri, maju , tabah, kuat  dan modern. Saya meragukan Iran menjadi seperti yang kita lihat tanpa ada permusuhan yang tidak ada henti dari Amerika dan sekutunya.
Tahukah anda jika embargo ini effektif maka minyak Iran akan dipaksa istirakhat dan sumur sumur pengeboran minyak Iran yang akan ditutup juga menjadi reservoir alami yang paling aman dibandingkan dengan membuat tangker raksasa di gurun sahara Iran. Karna di dalam sumur tadi kondisi bebatuan memang akan mengamankan cadangan minyak Iran secara natural , sedangkan tangker raksasa yang dibangun Iran menurut saya ,meragukan dapat bertahan dari serangan rudal maupun perubahan iklim yang ekstrim yang boleh jadi akan membakar habis minyak di tangki penyimpanan tadi dan pada saat yang sama  negara Arab yang sangat 'sendiko dawuh' dengan Amerika akan menggenjot produksi minyak untuk memenuhi permintaan pasar. Mereka terlena bahwa hitungan cadangan yang ada di perut bumi yang telah mereka dapat kan dari para insinyur minyak adalah dalam skala produksi normal dan jika digenjot dengan kecepatan penuh karna permintaan dari Uni Eropa dan tentunya Amerika secara diam diam karana malu untuk mengambil minyak dari negara-negara Arab setelah pengumuman bahwa persedian minyak Amerika mencapai rekor tertinggi dalam beberapa dekade ini. Pengumuman ini  bagi saya seperti akal akalan dalam membujuk mitranya bahwa mendapatkan minyak adalah mudah dan tak perlu terlalu melihat Iran sebagai sumber minyak dunia lagi, boleh jadi,karna genjotan besar besaran ini Timur tengah yang di motori Arab Saudi akan kehabisan stok secara mendadak.  Stok matematis  minyak yang ada di perut bumi 25 tahun bisa membengkak menjadi 30 tahun kalau penyedotan minyak secara gradual dan terkontrol yang memungkinkan fossil yang lebih muda untuk mematangkan diri dan menambah stok, namun jika di genjot secara kasar boleh jadi stok tadi menurun menjadi hanya 10 tahun karna keberadaan fossil muda yang belum sempat ranum menjadi terbuang ketika dipompa keluar. Karna stok minyak juga akan tunduk dengan hukum relativitas yakni relativitas ala "David vs Goliath".
Who knows.


Nurkholis Ghufron


Monday, June 25, 2012

Jika Saya Menjadi Rico Verald,Pemeran Arya Kamandanu


Rico Verald.


Judul diatas bukanlah suatu khayalan namun hanyalah sekedar perandaian, karna bagaimanapun kegantengan aktor ini telah menghipnotis cewek cewek bahkan ibu ibu pemirsa sinetron tutur tinular versi 2011. Sedih melihat tontonan kesayangan saya yang yang telah melenceng jauh dari naskah asli Tutur Tinular karya S Tijab yang terinspirasi oleh sejarah kerajaan Hindu di Jawa Timur terutama di wilayah Kediri, akhirnya saya menulis artikel ini. Saya memperhatikan bahwa untuk 'menjaga jarak' antara  Tutur Tinular yang asli dengan versi sinetron,  fihak yang bertanggung jawab di rumah produksi mencangkokkan dua kata "Versi 2011".  Namun yang terjadi adalah semangat sinetron ini menomorsatukan mistikdan khayalan  .  Kalau memang mau bikin yang berbeda dari aslinya seharusnya jangan memakai nama itu apalagi dengan pencangkokan 'versi 2011'  yang jelas jelas merujuk masa modern di mana kita sekarang hidup . Kalau demikian maka seharusnya senjata yang digunakanpun para pemainnya mengikuti perkembangan zaman seperti halnya  kecanggihan persenjataan yang diproduksi oleh negara maju. Ilmu ilmu kungfunya juga harus mengadaptasi kungfu kontemporer ala Jacky Chan, Jet Li dsb untuk pemeran Chinanya, dan transportasinya juga harus termodernisasi .

Senjata Mutakhir era Millenium


Tidak hanya itu, efek-efek adegan demi adegan action nya juga mengadopsi unsur konntemporer  seperti halnya film Matrix yang sangat mengesankan itu bukan effek-efek yang sudah klasik menurut saya sekarang kita lihat di sinetron ini

kehalusan slow motion dalam adegan Matrix

Kembali ke pertanyaan diatas, jika saya menjadi pemeran Kamandanu  maka saya akan meminta honor yang sama dengan dicantumkan 'nama ' pada saat introduksi yang dalam sinetron ini disisipkan di tengah tengah walaupun tidak lagi memerankan tokohnya. Karna dengan tercantumnya nama pemeran Arya Kamandanu, sebenarnya perusahaan sinetron ini tidak mau kehilangan pemirsa setia terutama cewek2 dan ibu2 dengan secara halus lewat pencantuman namanya akan selalu memberi pengharapan bahwa di episode berikutnya artis kesayangannya akan kembali.



Nurkholis Ghufron

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...