Translate This

->
Showing posts with label sex. Show all posts
Showing posts with label sex. Show all posts

Friday, May 11, 2012

Frequentsexual intercourse Can Treat erectile Dysfunction


(HealthDay News) — Frequentsexual intercourse may cut down on a man’s chances of developingerectile dysfunction, Finnish researchers report.
“This is the same as any other part of the body. It’s what we in vascular surgery refer to as the ‘use it or lose it’ concept,” said Dr. Hossein Sadeghi-Nejad, an associate professor of urology atUMDNJ New Jersey Medical School Hackensack University Medical Center. “Sexual activity will promote maintenance of normal erectile function down the line.”
The report was published in the July issue of The American Journal of Medicine.
In the study, led by Dr. Juha Koskimaki, from Tampere University Hospital’s Department of Urology, researchers collected data on 989 Finnish men aged 55 to 75 years old.
The researchers found that men who said they had sexual intercourse less than once a week had twice the risk of developing erectile dysfunction, compared with men reporting having sexual intercourse once a week.
Among men who had sexual intercourse less than once a week, there were 79 cases of erectile dysfunction per 1,000 men. That number dropped to 32 cases per 1,000 among men who said they had sexual intercourse once a week, and it dropped even further, to 16 per 1,000, among men who said they had sexual intercourse three or more times a week, the researchers reported.
The frequency of morning erections was not associated with the incidence of moderate erectile dysfunction, the researchers noted.
However, the development of complete erectile dysfunction could be predicted from the frequency of morning erections. Among men with less than one morning erection a week, the risk of developing erectile dysfunction was 2.5-fold greater than among men who had two to three morning erections per week.
“Regular intercourse has an important role in preserving erectile function among elderly men, whereas morning erection does not exert a similar effect,” Koskimaki said in a statement. “Continued sexual activity decreases the incidence of erectile dysfunction in direct proportion to coital frequency.”
Sadeghi-Nejad said there is a scientific basis for this finding, and it also has implications for rehabilitation of patients after prostate cancer treatment.
“What is very hot these days is what we can do to rehabilitate people who develop erection problems after prostate cancer surgery or radiation therapy,” Sadeghi-Nejad said. “Anything you can do to increase oxygenation in the penis will help get patients back to normal.”
If one can naturally engage in behaviors that increase blood flow to the penis, it will have a positive effect in preventing erectile dysfunction, Sadeghi-Nejad said.
Sadeghi-Nejad noted that the study only addressed intercourse, and not masturbation. “This is essentially the same concept,” Sadeghi-Nejad said. “Anything you can do to bring blood to the penis is beneficial,” he added.
More information
For more about sexual dysfunction, visit the U.S. National Library of Medicine and Live Science.

Monday, May 7, 2012

Biji Langsat Untuk Kuat Sex

Pertengahan musim hujan buah langsat sangat melimpah. selain untuk dikomsumsi buah lansat memiliki khasiat terutama pada biji untuk meningkatkan gairah vitalitas pada kaum pria. Adapun cara untuk mengkomsumsinya adalah pertama-tama biji langsat di keringkan, kemudian di belender secara halus dan terakhir diminum 1 kali sehari. Bagi Anda yang tidak terlalu suka sama kepahitan, dapat dicampurkan dengan madu atau susu.
selamat mencoba...!!
http://ashyrismail.blogspot.com/2012/04/mamfaat-biji-lansatdukumamfaat-biji.html

BBM Indonesia Termurah di Asia


JAKARTA–Pertamina mengklaim harga jual BBM di Indonesia masih yang termurah se-Asia. Terutama BBM jenis solar dan premium. Demikian disampaikan Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero), Djaelani Sutomo, saat ditemui di Jakarta, Jumat (11/2).
Sebelumnya, Ketua Tim Pengkajian Pembatasan BBM, Anggito Abimanyu, dalam diskusi bertajuk “Mengupas Tuntas Masalah Capping Tarif Listrik” di Jakarta, Rabu (9/2) mengatakan ada opsi harga premium dinaikkan Rp 500-1.000per liter. “Tapi, ini belum tahu ya,” ujar Anggito.
Sedangkan untuk harga pertamax, misalnya saja dipertahankan tetap bercokol di harga Rp 8.000 atau Rp 7.800 per liter. Dimana acuan harga yang digunakan Indonesian Crude Price (ICP) paling tinggi 150 dolar AS per barel dengan rata-rata 100 dolar AS per barel.
“Pertamax akan disubsidi untuk sementara waktu mungkin 80 persen, subsidinya mungkin 10 persen dari harga keekonomian. Nanti mungkin akan dilepaskan kalau harga sudah turun, atau kondisi ekonominya lebih baik,” terang Anggito.
Berikut data-data harga jual BBM di sejumlah negara Asia seperti dikutip Pertamina:
NegaraSolar / literPremium / liter
IndonesiaRp.4500Rp.4500
MalaysiaRp 4.784Rp 5.066
VietnamRp 7.049Rp 7.759
IndiaRp 6.691Rp 9.103
ThailandRp 7.367Rp 8.777
FilipinaRp 6.590Rp 8.451
SingapuraRp 8.429Rp 11.560
Sumber: http://www.republika.co.id/

Payudara Wanita


Payudara selalu menjadi bagian menarik yang paling indah dari tubuh wanita. Bagian tubuh sensitif ini juga menjadi media pertumbuhan dan perkembangan bayi melalui ASI. Tapi payudara wanita tak cuma berisi kelenjar susu.
Struktur payudara wanita sangat kompleks. Selain terdiri dari jaringan lemak dan ikat, payudara juga mengandung saluran susu, pembuluh darah, kelenjar getah bening dan struktur yang dikenal sebagai lobus dan lobulus.
Dilansir Mayoclinic, setiap payudara memiliki 12 sampai 20 bagian lobulus (kelenjar penghasil susu pada ujung lobus) dan duct (saluran susu). Menjelang puting, setiap duct melebar untuk membentuk suatu kantung (ampula).
Selama menyusui, duct tersebut membawa susu dari alveoli (kantung susu di lobulus) ke daerah gelap dari kulit pada payudara (areola atau daerah gelap sekitar puting). Dari areola, saluran bergabung bersama menjadi saluran yang lebih besar berakhir di puting.
Secara detail seperti dilansir imaginis, payudara wanita terdiri dari:
  1.  Kelenjar susu (lobulus) yang menghasilkan susu
  2. Duct atau saluran yang mengangkut susu dari kelenjar susu (lobulus) ke puting Puting
  3. Areola (daerah berpigmen merah muda atau coklat di sekitar puting susu)
  4. Jaringan ikat (fibrous) yang mengelilingi lobulus dan duct
  5. Lemak
Jaringan payudara manusia mulai berkembang pada minggu keenam kehidupan janin. Awalnya, jaringan payudara berkembang di sepanjang garis ketiak dan meluas ke selangkangan (ini disebut milk ridge).
Pada minggu kesembilan hidup janin, pertumbuhan kembali ke daerah dada, meninggalkan dua kuncup payudara di bagian atas dada. Pada wanita, kolom sel tumbuh dari tiap kuncup payudara, menjadi kelenjar keringat yang terpisah dengan duct (saluran susu) yang mengarah ke puting.
Payudara wanita tidak tumbuh sebelum memasuki masa pubertas (sekitar usia 10 atau 11 tahun), yaitu ketika tubuh mengalami berbagai perubahan untuk mempersiapkan reproduksi.
Setelah rambut kemaluan mulai tumbuh, payudara akan mulai menanggapi perubahan hormon dalam tubuh. Secara khusus produksi dua hormon, yaitu estrogen dan progesteron yang merupakan sinyal pengembangan jaringan kelenjar payudara.
Pertumbuhan awal payudara mungkin sedikit menyakitkan bagi beberapa perempuan. Selama waktu ini, lemak dan jaringan ikat payudara menjadi lebih elastis. Saluran payudara mulai tumbuh dan pertumbuhan berlanjut sampai menstruasi dimulai (biasanya 1 sampai 2 tahun setelah perkembangan payudara telah dimulai). Menstruasi menyiapkan payudara dan ovarium untuk kehamilan potensial.
Berikut beberapa tahapan perkembangan payudara pada wanita:
  1. Sebelum pubertas, payudara rata kecuali untuk bagian puting yang mencuat dari dada.
  2. Awal pubertas, areola (daerah puting) menjadi tunas menonjol dan payudara mulai mengisi.
  3. Akhir pubertas, jaringan kelenjar dan lemak meningkat pada payudara, dan areola (daerah puting) menjadi datar.
sumber siarin

3 Hal Pemicu Ejakulasi Dini


3 Hal Pemicu Ejakulasi Dini yang patut anda waspadai – Seks menyenangkan yang dilakukan semalaman sebenarnya hanya sebuah mitos.
Menurut penelitian, jumlah waktu yang diinginkan sejak penetrasi hingga ejakulasi sebenarnya hanya 7-13 menit. Cukup singkat, bukan? Namun kenyataannya, waktu sesingkat itu pun sering tak tercapai karena pasangan keburu ejakulasi, alias ejakulasi dini. Sebelum merasa putus asa karena si dia kerap ejakulasi dini, sebaiknya kenali dulu gaya bercinta Anda. Bisa jadi ada kesalahan yang Anda berdua lakukan sebagai pasangan:
1. Masturbasi sebelum seks
Banyak orang yang mengatakan bahwa melakukan masturbasi sebelum bercinta bisa membuat pria tahan lebih lama saat bercinta. Siapa bilang? Setiap kali melakukan masturbasi, pria melepaskan sejumlah besar air mani dan hormon. Hormon-hormon ini membutuhkan waktu untuk membangun kembali hasrat dan daya tahan bercinta, serta membentuk air mani di dalam testis. Jadi, minta agar dia tidak masturbasi sebelum bercinta.
2. Tidak fokus
Jika pikiran Anda melayang kemana-mana dan tidak fokus pada hubungan seks yang dilakukan, jangan pikir pasangan tidak akan mengetahuinya. Hal ini akan terlihat, karena Anda tidak benar-benar menikmatinya. Bisa bertahan lama di tempat tidur, karena pikiran melayang ke berbagai hal, hanya akan membuat kenikmatan semu yang tak menyenangkan. Akibatnya, si dia pun merasa tak nyaman. Ketika bercinta, fokus dan nikmatilah momen tersebut. Jangan memikirkan hal lain sehingga benar-benar bisa menikmatinya bersama pasangan.
3. Jarang berhubungan seks
Banyak yang mengira, terlalu cepat mencapai klimaks disebabkan pria tersebut terlalu sering berhubungan seks. Namun yang terjadi bisa jadi justru sebaliknya. Kemungkinan besar, pria mengalami ejakulasi dini karena ia bukan termasuk orang yang aktif secara seksual. Meskipun mungkin frekuensi bercinta Anda semakin berkurang dikarenakan kesibukan, tidak berarti ia tidak membutuhkannya. Ia akan begitu excited ketika akhirnya Anda berdua cukup punya waktu untuk melakukannya. Namun, butuh banyak energi untuk akhirnya menjalani sesi bercinta tersebut. Foreplay-nya saja sudah cukup menguras energinya, sehingga ketika gairah Anda akhirnya muncul, ia justru mulai menurun.
sumber siarin

Tuesday, April 24, 2012

Untuk Menggelorakan Syahwat, Bolehkah Suami menjilati Farji Istrinya?


Oleh: Badrul Tamam
Al-Hamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada baginda Rasulillah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.
Banyaknya tanggapan terhadap tulisan terdahulu, "Bolehkah Seorang Suami Mencium Farji Istrinya?" maka kami terdorong untuk memberikan keterangan yang lebih jelas terhadap tema seputar itu yang dinukil dari fatwa ulama.
Sesungguhnya kegiatan suami istri dengan cara yang boleh jadi dianggap aneh oleh sebagian orang ini menjadi pertanyaan banyak pasangan muslim. Boleh jadi sebagian pasangan merasa nikmat, lebih semangat, dan lebih bergairah dalam melakukan pemenuhan kebutuhan biologis ini. Namun boleh jadi sebagian yang lain menganggap buruk dan menjijikkan. Sehingga tak layak dilakukan oleh orang muslim. Akahirnya hal ini  menimbulkan tanda tanya tentang hukum bolehnya?.
Sebenarnya, telah banyak keterangan dan jawaban ulama terhadap masalah hubungan suami istri ini. Pada ringkasnya, diakui bahwa sebagian orang merasa jijik dan menganggap buruk bentuk cumbu rayu semacam ini. Sehingga paling utama adalah menjauhi dan menghindarinya. Tetapi bersamaan hal itu, mereka tidak bisa mengharamkan dengan tergas. Karena tidak ada ketegasan dari nash syar'i yang mengharamkannya. Tetapi jika memang terbukti itu berbahaya, maka jenis foreplay yang bisa menyebabkan penyakit dan bahaya diharamkan. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta'ala, "Dan Dia mengharamkan atas kalian yang buruk-buruk." (QS. Al-A'raf: 157)
Selanjutnya kami akan suguhkan jawaban salah seorang ulama yang mendapatkan pertanyaan serupa, yaitu Syaikh Khalid Abdul Mun'im al-Rifa'i. Kami menilai jawaban beliau terhadap masalah tersebut cukup jelas dengan argument mendasar dalam mejawab pertanyaan tersebut.  Berikut ini kami kami terjemahkan dari fatwa beliau, yang judul aslinya: حكم لحس الرجل لفرج زوجته والعكس "Hukum suami menjilat kemaluan istrinya dan sebaliknya".
Soal: Apa hukum membangkitkan syahwat/libido istri dengan cara menjilat farjinya dengan lidah suaminya, begitu juga terhadap sang suami? Jazakumullah Khairan.
Jawab: Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam atas Rasulullah, juga kepada keluarga dan para sahabatnya. Adapun berikutnya:
Sesungguhnya asal dalam hubungan suami istri adalah mubah, kecuali apa yang disebutkan larangannya oleh nash: berupa mendatangi istri pada dubur (anus)-nya, menggaulinya saat haid dan nifas, saat istri menjalankan puasa fardhu, atau saat berihram haji atau umrah.
Adapun yang disebutkan dalam pertanyaan berupa salah satu pasangan menjilati kemaluan pasangannya, dan praktek dalam bersenang-senang yang telah disebutkan dalam pertanyaan, maka itu tidak apa-apa berdasarkan dalil-dalil berikut ini:
1. Itu termasuk dari keumuman bersenang-senang yang dimubahkan.
2. Jika coitus dibolehkan yang merupakan puncak bersenggama (bersenang-senang), maka yang dibawah itu jauh lebih boleh.
3. Karena masing-masing pasangan boleh menikmati anggota badan pasangannya dengan menyentuh dan melihat, kecuali pengecualian yang telah disebutkan oleh syariat sebagaimana yang telah kami sebutkan di atas.
4. Firman Allah Ta'ala,
نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّى شِئْتُمْ وَقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ وَاتَّقُوا اللهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ مُلَاقُوهُ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ
"Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok-tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman." (QS. Al-Baqarah: 223)
Ibnu Abidin al-Hanafi berkata dalam Radd al-Mukhtar: Abu Yusuf pernah bertanya kepada Abu Hanifah tentang seorang laki-laki yang membelai farji istrinya dan sang istri membelai kemaluan suaminya untuk membangkitkan syahwatnya, apakah menurut Anda itu tidak boleh? Beliau menjawab, "Tidak, aku berharap itu pahalanya besar."
Al-Qadhi Ibnul Arabi al-Maliki berkata, "Manusia telah berbeda pendapat tentang bolehnya seorang suami melihat farji (kemaluan) istrinya atas dua pendapat: salah satunya,membolehkan, karena jika ia dibolehkan menikmati (istrinya dengan jima') maka melihat itu lebih layak (bolehnya). . . . . salah seorang ulama kami, Asbagh (Ulama besar Madhab Maliki di Mesir) berkata: Boleh baginya (suami) untuk menjilati –kemaluan istrinya- dengan lidahnya."
Dalam Mawahib Al-Jalil Syarh Mukhtashar Khalil disebutkan, "Ditanyakan kepada Ashbagh; Sesungguhnya suatu kaum menyebutkan kemakruhannya. Lalu beliau menjawab: orang yang memakruhkannya, dia hanya memakruhkan dari sisi kesehatan (medis), bukan berdasarkan ilmu (dalil). Itu tidak apa-apa, tidak dimakruhkan. Diriwayatkan dari Malik, beliau pernah berkata: tidak apa-apa melihat farji (kemaluan) saat berjima'. Dalam satu riwayat terdapat tambahan, "Dan ia menjilatinya dengan lidahnya."
Al-Fannani al-Syafi'i berkata: "Seorang suami boleh apa saja setiap melakukan hubungan dengan istrinya selain lubang duburnya, bahkan menghisap clitorisnya.
Al-Mardawi al-Hambali berkata dalam al-Inshaf: Al-Qadhi berkata dalam al-Jami': "Boleh mencium farji (kemaluan) istri sebelum jima' dan memakruhkannya sesudahnya . .  istri juga boleh memegang dan menciumnya dengan syahwat. Ini dikuatkan dalam kitab al-Ri'ayah, diikuti dalam al-Furu', dan diperjelas oleh Ibnu 'Aqil.
Namun jika terbukti jelas cara bercumbu semacam itu menyebabkan penyakit dan membahayakan pelakunya, maka saat itu ia wajib meninggalkannya berdasarkan sabda nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, "Tidak boleh (melakukan sesuatu) yang membahayakan diri sendiri dan membahayakan orang lain." (HR. Ibnu Majah dalam sunannya)
Begitu pula apabila salah seorang pasangan merasa tersakiti (tidak nyaman) karena perbuatan tersebut dan membencinya: maka wajib atas pelaku (suami)-nya untuk menghentikannya. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta'ala:
وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ
"Dan bergaullah dengan mereka secara patut." (QS. Al-Nisa': 19)
Dalam hal ini harus diperhatikan tujuan dasar dari hubungan suami istri, yakni permanen dan kontinuitasnya. Asal dari akad nikah adalah dibangun di atas kelanggengan. Allah Ta'ala telah meliput akad ini dengan beberapa peraturan untuk menjaga kelestariannya dan menguatkan orang yang menjalaninya sesuai dengan ketentuan syariat bukan dengan sesuatu yang menyelisihinya. Masuk di dalamnya solusi berhubungan antar keduanya. . .  Wallahu Ta'ala A'lam. [PurWD/voa-islam.com]
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...