Translate This

->

Tuesday, August 28, 2012

Masuklah Syurga Dengan RahmatKu


Malaikat Jibril bercerita kepada Nabi Muhammad bahwa ada seorang hamba Allah yang beribadah selama lima ratus tahun  di atas puncak gunung yang dikelilingi oleh lautan. Di bawah gunung itu ada mata air yang  selalu mengeluarkan air  tawar dan pohon delima yang setiap hari berbuah. Setiap hari si hamba ini memakan buah delima dan meminum air tawar sembari berwudlu untuk beribadah bersembahyang. Dalam setiap doanya dia selalu meminta agar dicabut nyawanya ketika bersujud dan doanya dikabulkan oleh Allah dengan memerintahakan kepada Malaikat pencabut nyawa untuk mencabut rohnya ketika bersujud.
Ketika dibangkitkan dihari kiamat , Allah berfirman kepada malaikatNya:
“Masukkan hamba-Ku ini di syurga karna rahmat-Ku!”.
Demi mendengar firman Tuhan ini,  hamba Allah tadi merasa tersinggung karna seluruh pengabdiannya yang mencapai 500 tahun tidak disebutkan sebagai penyebab masuknya ke dalam syurga.
“Tentu saja dengan rahmat-Mu Wahai Tuhan!, Namun juga dengan ibadahku itu ..” Protes hamba Allah tadi.
Tuhanpun memerintahkan kepada Malaikat Nya untuk menyiapkan “Very-Very High precision Scale” Timbangan akhirat yang super canggih dan super teliti. Kemudian Allah memerintahkan agar nikmat mata si hamba itu ditimbang dengan ibadah yang selama 500 tahun non stop tersebut. Di luar dugaan dan bahkan Malaikatpun kaget karna ibadah yang sedemikian lamanya tidak mampu mengimbangi nikmat sepasang mata!!, ketika akan dilanjutkan kepada anggota tubuh yang lainAllah berfirman:
“Cukup wahai Malaikat Ku!!..itu sudah cukup sebagai bukti , sekarang seret hamba-Ku ini ke neraka! siapkan tempat di neraka untuknya!”
Mendengar perintah ini para malaikat penjaga neraka dengan segera merespon dengan angker dan wajah-wajah tak kenal ampun menyeretnya ke neraka, tiba -tiba dia berteriak dan memohon dengan memelas:
“Masukkan aku ke syurga Mu dengan rahmat -Mu wahai Tuhan-ku!”
Para Malaikat yang telah menyeretnya demi mendengar permohonan  yang disertai kata-kata “dengan rahmat-Mu” menjadi bimbang..mungkin ini sebuah password bagi mereka.Akhirnya para malaikat kembali membawa hamba ini ke hadapan Tuhan. Untuk memberi pelajaran kepada si hamba Allah menginterogasi kalau-kalau dia hanya sekedar mengelabu para malaikat.
“Siapa yang menciptakan kamu?” Tanya Tuhan.
“Engkau wahai Gusti” Jawabnya.
“Apakah itu karna amalmu atau rahmat-Ku?’Tanya Tuhan.
“Karna rahmat-Mu wahai Gusti.”Jawabnya memelas
“Siapa yang memberimu kekuatan untuk beribadah 500 tahun di puncak gunung yang dikelilingi oleh air lautan yang asin sedangkan siapa yang  memberimu air tawar dan menumbuhkan untukmu pohon delima delima yang berbuah setiap hari padahal pohon delima pada umumnya hanya berbuah setiap  tahun sekali dan siapa pula yang mengambil rohmu di kala kamu bersujud?” Tanya Tuhan.
“Engkau wahai Gusti.”Jawabnya memelas.
” Itu semua karna rahmat-Ku dan dengan rahmat-Ku pula masuklahkamu  syurga!” Firman Allah yang disambut sukacita oleh malaikat penjaga syurga dan dimasukkanlah hamba tadi ke dalam syurga setelah melewati drama yang cukup menegangkan karna resikonya teramat fatal. Berbeda dengan kisah drama di dunia setelah adegan kematian , sang aktor bisa kembali tertawa setelah pengambilan gambar dihentikan.
Pembaca  yang budiman!!, banyak sekali orang yang merasa lebih baik ibadahnya dari yang lain sampai mengecap orang lain sesat atau bahkan merusak tempat ibadah mereka, merusak rumah -rumah mereka. Mereka lupa bahwa dengan ibadah yang melampaui 500 tahun tanpa kemaksiatan pun tak bisa membeli harga syurga, mereka lupa bahwa ibadah yang melampau 500 tahun tanpa kemaksiatanpun tak bisa melebihi nikmat sepasang mata!! satu yang bisa membeli harga syurga yakni “Rahmat” Allah” kasih sayang-Nya yang digapai dengan ibadah yang dibarengi dengan sifat ketawadluan ,rendah diri dan menjauhkan diri dari dengki.  Bukankah iblis lebih dekat kepada Allah ketimbang para Malaikat sebelum perintah agar bersujud kepada Adam?? yang dengan sombong menolak perintah ini karna merasa lebih baik ibadahnya. Mari kita  berlindung kepada-Nya dari semua ini.
Dinarasikan kembali oleh ;
Nurkholis Ghufron

Thursday, August 23, 2012

GNB di Teheran: Antara SBY dan Ban Kii Moon.


Jauh hari sebelum acara konfrensi Non Blok digelar di Teheran pada akhir Agustus ini , Iran sudah mengutus Wapresnya Ebrahim Azizi untuk mengundang secara langsung presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono agar menghadiri konfrensi negara-negara yang tidak menganut blok manapun.
Berbeda dengan dengan pemimpin Indonesia, beberapa pemimpin kelas dunia sudah memutuskan untuk menghadiri acara tersebut seperti Korut,India, Mesir dan bahkan sekjen PBB Ban Kii Moon. Sikap pemimpin Indonesia tak ubahnya seperti dalam menghadapi hal hal krusial dalam negri yang selalu “loading”  (istilah per-hp-an). Loading ini akan bertambah parah mana kala disusupi pertimbangan yang bisa mencederai hubungan baik dengan sang Paman, Sam. Padahal undangan ini sudah disampaikan secara langsung pada  hari Jumat, 22 Juni 2012 , seharusnya sudah dapat memutuskan tentang kehadiran dan tidaknya hari hari kemarin sebelum pemimpin negara lain memutuskan karna Indonesia nampaknya mendapat perlakuan khusus dari Iran dan kabarnya staf-staf yang akan meningkatkan hubungan bilateral juga sudah disiapkan oleh Iran.
Berbeda dengan konfrensi GNB di tempat manapun di dunia yang mendapat sambutan hangat dari Amerika dan anak emasnya Israel, GNB kali ini mendapatkan sorotan serius dari kedua negara ini  yang tidak menginginkan Iran mendapat angin segar untuk menuai dukungan atas program nuklir dan segudang masalah yang dihadapi Iran karna aksi sepihak yang dimotori oleh dua negara ini.
Meski kental dengan rivalitas sengit , keputusan mengejutkan datang dari Sekretaris Jendral PBB Ban Kii Moon yang akan menghadiri KTT ini keputusan  mana menjadikan Israel dan Amerika kebakaran jenggot. Tentangan sangat keras datang dari Netanyahu , perdana mentri Israel yang mengusuh dalih bahwa Iran tidak mengakui adanya Holocaust dan bahkan menyangkal keberadaan Israel. Namun Ban menolak dalih Israel tersebut bahwa t idaklah bijaksana untuk tidak menghadiri KTT ini karna Iran adalah anggota organisasi International yang dipimpinnya dan tidak menghadiri KTT ini bukanlah pilihan yang tepat
Tak bisa dipungkiri, Iran memang menaruh harapan besar  kepada Indonesia untuk sama-sama menjadi pioner dalam menghadapi hegemonitas Amerika dan ketidakadilan yang dimainkannya di kancah dunia. Beralasan pada beberapa kesamaan latarbelakang agama dan budaya serta sama-sama menjadi founding fathernya GNB yang membidani kelahirannya di kala perseteruan blok barat dan timur memanas pada beberapa dekade sebelum era Millenium, hal ini tidaklah berlebihan. Justru akan terdengar aneh jika menjadi pengekor salah satu blok sedangkan keikutsertaan di dalam GNB tidak ditanggalkan sehingga identitas menjadi jelas “totally inside or outside”.
Di luar memanasnya pro dan kontra GNB kali ini , yang pasti akan menjadikan Amerika dan Israel panas dingin sambil melihat detak jam agar hari-hari dilaksanakannya KTT ini cepat berlalu agar sesak di dada pempimpinnya ini terlepas bebas.
Beyond that..keputusan SBY untuk hadir dan tidak akan memperjelas “loading”itas yang selama ini selalu menjadi tontonan yang membosankan.
Nurkholis Ghufron
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...