Translate This

->

Sunday, April 29, 2012

Sekolah di Finlandia: Terbaik di Dunia, Walau Tanpa UN


Gambar: sxc.hu
Finlandia, negeri di ujung Eropa itu ternyata adalah negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia. Beberapa waktu yang lalu, Finlandia mengejutkan berbagai negara di dunia karena anak-anak di sana memperoleh peringkat tertinggi sedunia di bidang ilmu pengetahuan. Selain itu, kemampuan membaca anak-anak Finlandia juga jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan anak-anak di wilayah Eropa lainnya. Padahal, jika dilihat, pola pendidikan di sana dilakukan secara santai dan jauh dari kesan formalistik yang kaku. Bertolak belakang dengan di Indonesia.
Para siswa di Finlandia tidak perlu mengenakan seragam selama di sekolah. Guru-guru pun diperbolehkan memakai pakaian yang kasual, untuk menciptakan atmosfer belajar yang nyaman. Selain itu, waktu belajar di dalam ruang kelas juga dibuat lebih sedikit. Bahkan, mereka terhitung menghabiskan waktu paling sedikit di kelas, yaitu hanya sekitar empat jam, jika dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia. Siswa juga dibebaskan dari pekerjaan rumah, hingga mereka memasuki usia remaja. Saat remaja pun, intensitas pekerjaan rumah yang diberikan oleh para guru tidaklah banyak.
Finlandia juga tidak membeda-bedakan siswa berdasarkan kemampuannya, seperti dengan adanya kelas unggulan. Semua terkumpul menjadi satu, dan memiliki hak yang sama dalam memperoleh pendidikan. Dan, yang juga sangat menarik adalah Finlandia tidak memiliki Ujian Nasional (UN) yang sering menjadi 'momok' bagi anak-anak di negeri ini.

Selama enam tahun pertama, anak-anak Finlandia tidak dituntut untuk menguasai pelajaran atau menjadi pintar dalam suatu bidang. Masa itu adalah masa-masa penting bagi mereka untuk belajar apapun dan menemukan sendiri apa yang ingin mereka lakukan untuk masa depan.Pendidikan dasar di sana berlangsung selama 9 tahun. Namun, negara itu tidak memberlakukan pemisahan antara pendidikan dasar dan lanjutan, sehingga para siswa tidak perlu berganti sekolah di usia 13 tahun. Kebijakan ini mereka lakukan untuk menghindari masa transisi yang perlu dialami oleh siswa, yang dipercaya dapat mengganggu pendidikan mereka.
Terkait tenaga pengajar, guru-guru di Finlandia harus menjalani penyeleksian yang ketat. Hanya mereka yang memiliki gelar master dan merupakan orang-orang terbaik di universitasnya sajalah yang dapat menjadi guru di Finlandia. Karenanya, pekerjaan sebagai guru adalah pekerjaan terhormat dan bergengsi di sana, sama halnya dengan menjadi pengacara ataupun dokter. Negeri itu pun begitu menghargai pekerjaan sebagai guru.
Pemerintah Finlandia juga memiliki kebijakan untuk menumbuhkan minat dan kultur membaca di negaranya, yakni dengan hadiah berupa buku bergambar untuk para orang tua yang baru saja memiliki anak. Selain itu, beberapa perpustakaan menyatu dengan pusat perbelanjaan, sehingga ibu-ibu yang sedang berbelanja bisa membiarkan anaknya di perpustakaan untuk membaca. Di sana juga ada perpustakaan keliling untuk daerah yang sulit dijangkau. Karenanya, iklim membaca di negeri itu tumbuh dengan pesat menjadi kultur masyarakatnya.
Dari sekian banyak hal di atas, yang paling menentukan keberhasilan pendidikan di Finlandia adalah dukungan penuh dari pemerintahnya. Orang Finlandia dapat memperoleh pendidikan gratis hingga jenjang setinggi-tingginya. Bukan hanya di sekolah negeri saja, sekolah swasta pun mendapatkan perlakuan yang sama melalui kebijakan subsidi pendidikan dari pemerintah. Pemerintah Finlandia bahkan menganggap mengambil dana pendidikan dari siswanya adalah hal yang tidak terpuji, karena pendidikan adalah hak bagi semua warga negara dan jadi kewajiban bagi pemerintah untuk memenuhinya. [Tika/Mizan.com] 

No comments:

Post a Comment

Jangan Lupa Berilah Komentar!!
Trimakasih atas kunjungannnya.

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...